Di Tengah Ancaman Penyakit Pascabencana, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Hadirkan Ekspedisi Sehatkan Sumatra

BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Ekspedisi Sehatkan Sumatera, program layanan kesehatan yang membawa pelayanan medis langsung ke wilayah terdampak bencana (Foto:Dok)

Di Tengah Ancaman Penyakit Pascabencana, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta Hadirkan Ekspedisi Sehatkan Sumatra

Rosa Anggreati • 2 February 2026 10:15

Aceh Tamiang: Sudah lebih dari dua bulan sejak banjir dan longsor menerjang Aceh, perjuangan warga terdampak untuk pulih masih terasa berat. Di balik tenda-tenda pengungsian yang dingin dan lembap, ribuan penyintas harus menghadapi ancaman kesehatan, mulai dari sesak napas dan demam hingga penyakit kulit, yang kini membayangi keseharian mereka yang masih serba terbatas.

Dengan fasilitas kesehatan yang belum sepenuhnya pulih dan akses layanan medis yang masih terbatas, masyarakat terdampak tidak bisa dibiarkan menghadapi risiko kesehatan ini seorang diri. Kesehatan menjadi fondasi penting agar warga dapat kembali bangkit dan melanjutkan proses pemulihan pascabencana.

Merespons kondisi tersebut, BAZNAS (BAZIS) Provinsi DKI Jakarta menghadirkan Ekspedisi Sehatkan Sumatera, sebuah program layanan kesehatan kemanusiaan yang membawa pelayanan medis langsung ke wilayah terdampak. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Lubuk Sidup, Aceh Tamiang, sejak 30 Januari hingga 12 Februari 2026, dengan target penerima manfaat sekitar 5.000 penyintas banjir dan longsor.
 




Ekspedisi Sehatkan Sumatera menghadirkan layanan kesehatan terpadu, mulai dari pemeriksaan medis dan pemberian obat-obatan, hingga penyuluhan, edukasi kesehatan, serta penanganan kondisi darurat. Kegiatan ini melibatkan dr. Gia Pratama Putra dan dr. Nicho Saputra Nugraha, dua tenaga medis yang aktif dalam berbagai misi kemanusiaan.

Kegiatan ini didukung tim gabungan yang terdiri dari 6 orang Tim Medis BAZNAS (BAZIS), 6 orang Tim Medis Ikatan Alumni Universitas Trisakti (Ika-Usakti), dan 6 orang Tim BAZNAS (BAZIS) Tanggap Bencana. Selain itu, 3 orang Tim Psikososial BPBD DKI Jakarta turut mendampingi warga, memberikan dukungan pada kesehatan mental dan sosial agar proses pemulihan pascabencana berjalan lebih optimal.

Di lapangan, tim medis menemukan berbagai keluhan pascabencana, mulai dari gangguan pernapasan akibat paparan udara lembap dan lumpur, penyakit kulit karena sanitasi terganggu, hingga tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan pada ibu, anak, serta lansia. Jarak fasilitas kesehatan yang jauh dan keterbatasan sarana medis membuat sebagian warga harus menahan keluhan tersebut dalam waktu yang lama.


 
Melalui Ekspedisi Sehatkan Sumatera, berbagai persoalan kesehatan dapat terdeteksi lebih dini dan memperoleh penanganan awal. Bagi warga, kehadiran tim medis tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tetapi juga rasa aman dan keyakinan bahwa mereka tidak dilupakan dalam proses pemulihan.

Selain layanan kesehatan, BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta juga menyalurkan Dapur Kemanusiaan, berupa beras, telur, dan obat-obatan bagi penyintas. Upaya pemulihan akan dilanjutkan melalui tahap IV, termasuk pembangunan sumur bor, penyaluran air bersih, aksi resik lingkungan, serta pemenuhan kebutuhan darurat masyarakat terdampak.

Di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung, Ekspedisi Sehatkan Sumatera menjadi wujud nyata kepedulian dan solidaritas kemanusiaan. Kehadiran layanan kesehatan langsung di tengah warga memperkuat harapan bahwa, di masa sulit pascabencana, semangat untuk bangkit tetap terjaga bersama.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Rosa Anggreati)