10 Kata Bahasa Indonesia Berasal dari Singkatan dan Akronim

Ilustrasi freepik

10 Kata Bahasa Indonesia Berasal dari Singkatan dan Akronim

Putri Purnama Sari • 4 September 2026 10:08

Jakarta: Bahasa Indonesia memiliki banyak kosakata yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sejumlah kata ternyata terbentuk dari gabungan beberapa kata atau merupakan akronim yang kemudian digunakan sebagai kata utuh.

Karena sudah terlalu sering digunakan, asal-usul beberapa kata tersebut terkadang tidak lagi disadari oleh penutur bahasa Indonesia dan telah dianggap sebagai kata asli. Berikut 10 kata dan istilah yang berasal dari singkatan atau akronim yang dikenal dalam bahasa Indonesia.

10 Kata dan Istilah yang Berasal dari Singkatan atau Akronim

1. Mudik

Mudik sering dijelaskan sebagai kependekan dari “mulih dilik”, yang dalam bahasa Jawa berarti pulang sebentar. Istilah ini kemudian digunakan untuk menyebut kegiatan pulang ke kampung halaman, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

2. Basa-basi

Basa-basi kerap dijelaskan secara populer sebagai “bahas sana-bahas sini”. Istilah ini menggambarkan percakapan ringan yang dilakukan seseorang, biasanya untuk membuka pembicaraan atau mencairkan suasana.

3. Melayat

Melayat sering dikaitkan dengan ungkapan “melihat mayat”. Istilah ini kemudian digunakan untuk menyebut kegiatan datang ke rumah duka atau tempat orang meninggal untuk memberikan penghormatan dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

4. Perkedel


Ilustrasi freepik

Perkedel sering dipelesetkan sebagai “persatuan kentang dan telur”, merujuk pada dua bahan yang umum digunakan dalam pembuatan perkedel. Namun, ungkapan tersebut merupakan akronim populer, bukan asal-usul resmi kata perkedel.

5. Sinetron

Sinetron merupakan akronim dari “sinema elektronik”. Kata ini digunakan untuk menyebut drama berseri yang umumnya diproduksi untuk ditayangkan melalui televisi.

6. Doi

Doi merupakan akronim dari “Dia Orang Istimewa” dan merupakan kata percakapan yang digunakan untuk menyebut orang yang sedang dibicarakan, tergantung konteks penggunaannya. Kata ini banyak digunakan dalam bahasa informal sehari-hari.

7. Kidal

Kidal merupakan akronim dari “Kiri dari Lahir” yang ditujukan untuk orang yang lebih terampil atau terbiasa menggunakan tangan kiri.

8. Tumis

Tumis merupakan kata yang umumnya digunakan di dunia permasakan. Kata tumis merupakan akronim dari “Tuang Minyak Sedikit”.

9. Ngabuburit


Pedagang takjil. Foto: Dok. Metrotvnews.com.

Ngabuburit berasal dari bahasa Sunda, yaitu dari kata “burit” yang berarti sore atau waktu menjelang malam. Kata ini berkaitan dengan ungkapan “ngalantung ngadagoan burit”, yang bermakna melakukan kegiatan sambil menunggu waktu sore.

Dalam perkembangannya, ngabuburit lebih dikenal sebagai kegiatan mengisi waktu menjelang berbuka puasa, terutama pada bulan Ramadan.

10. Cuanki

Cuanki sering disebut sebagai singkatan dari “cari uang jalan kaki”. Istilah ini dikaitkan dengan cara pedagang cuanki pada masa lalu yang berjualan dengan berjalan kaki dari satu tempat ke tempat lainnya.

Singkatan dan akronim tersebut merupakan kata yang sudah tak lazim bagi penutur Indonesia. Kata-kata tersebut tak lagi disadari sebagian penutur sebagai sebuah akronim, melainkan sebagai kata tersendiri.

(Yaumil Tianri Rahma)

(Putri Purnama Sari)