Pesawat yang tengah parkir di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Istimewa.
38 Penerbangan di Sultan Hasanuddin Makassar Batal Imbas Erupsi Anak Krakatau
Muhammad Syawaluddin • 7 September 2026 18:11
Makassar: Aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada operasional Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan. Hingga Senin siang, 7 September 2026, tercatat sebanyak 38 jadwal penerbangan terpaksa dibatalkan.
Plt. Branch Communication & CSR Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, menjelaskan bahwa penutupan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) di Tangerang hingga pukul 18.00 WITA menjadi penyebab utama terputusnya rute penerbangan dari dan menuju Makassar.
"Hingga siang ini flight yang terdampak ada 38," kata Fascal di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Senin, 7 September 2026.
"Iya, kedatangan atau arrival 21 penerbangan, kalau keberangkatan atau departure 17 penerbangan," ungkapnya.
Siagakan Rencana Kontingensi
Sebagai langkah mitigasi atas gangguan operasional tersebut, pihak Bandara Sultan Hasanuddin telah menyiapkan skema pelayanan khusus bagi para calon penumpang yang telantar atau terdampak pembatalan rute.Langkah proaktif ini merupakan bagian dari contingency plan (rencana kontingensi) yang mencakup kesiapan pelayanan logistik serta service recovery action guna memastikan hak dan kenyamanan penumpang di area terminal tetap terpenuhi.
“Kami telah menyiapkan Contingency Plan dan Service Recovery Action untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi," tegas Fascal.

Ilustrasi penerbangan. Foto- Dok MI
Manajemen bandara memastikan personel lapangan dan fasilitas layanan disiagakan secara penuh. Koordinasi lintas sektoral dengan berbagai pihak maskapai terus diintensifkan agar setiap pembaruan dinamika operasional dapat ditindaklanjuti dengan cepat.
Meskipun memahami bahwa kondisi murni faktor alam ini menimbulkan ketidaknyamanan, pihak bandara tetap mengimbau para calon penumpang untuk secara proaktif memantau status penerbangannya. Warga diminta memastikan jadwal operasional melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum memutuskan untuk berangkat menuju bandara.