Kerusakan akibat gempa bumi di Kolombia. (Anadolu Agency)
Kolombia Minta AS Tangguhkan Tarif Tinggi usai Gempa yang Tewaskan 294 Orang
Willy Haryono • 16 August 2026 11:54
Bogota: Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump menangguhkan sementara tarif tinggi yang dikenakan terhadap Kolombia, yang disampaikan dalam percakapan telepon kedua pemimpin pada Sabtu.
Percakapan berlangsung selama sekitar 10 menit. Dalam kesempatan tersebut, De la Espriella juga menyampaikan terima kasih kepada Trump atas dukungan Amerika Serikat dalam operasi penyelamatan dan pemberian bantuan setelah gempa bumi melanda Kolombia.
“Presiden Trump juga menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan nyawa dalam gempa bumi dan menyatakan solidaritasnya kepada keluarga-keluarga Kolombia yang terdampak bencana,” ujar De la Espriella melalui akun X.
Mengutip dari Anadolu Agency, Minggu, 16 Agustus 2026, de la Espriella mengatakan dirinya menyampaikan kepada Trump bahwa Kolombia menghadapi tantangan besar untuk melakukan pemulihan.
“Saya mengatakan kepadanya bahwa kami menghadapi tantangan besar ke depan dan bahwa, terlepas dari situasi ekonomi yang sangat sulit dan buruk yang saya warisi, kami akan membangun kembali Kolombia,” katanya.
Menurut De la Espriella, percakapan dengan Trump berlangsung dalam suasana yang “sangat bersahabat dan hangat”.
Dia juga kembali menyampaikan apresiasi atas dukungan Amerika Serikat kepada Kolombia.
“Lebih dari sebelumnya, aliansi antara Kolombia dan Amerika Serikat merupakan kebutuhan vital untuk membangun kembali negara kami yang berharga,” ujarnya.
Sementara itu, jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada 10 Agustus telah mencapai 294 orang.
Baca juga: Kemlu Pastikan Keselamatan WNI Pascagempa Besar Kolombia