Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, saat Musyawarah Nasional (Munas) X di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, Selasa, 7 April 2026. Dokumentasi/ LDII.
Dampak Perang dan Stabilitas Ekonomi Indonesia Dibahas dalam Munas X LDII
Deny Irwanto • 7 April 2026 17:40
Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, Selasa, 7 April 2026. Ketua Umum DPP LDII, Chriswanto Santoso, mengatakan momen ini menjadi evaluasi kepengurusan, penyusunan program umum organisasi, hingga pemberian rekomendasi untuk berbagai isu strategis nasional termasuk isu perang AS-Israel dengan Iran.
"Momen mengevaluasi kepengurusan yang lalu, kemudian yang kedua membuat program umum tentu menyesuaikan dengan kondisi keterkinian lingkungan strategis yang sekarang terjadi, yang ketiga tentu memberikan rekomendasi-rekomendasi untuk perbaikan ke depan dan yang keempat tentu memilih kepengurusan baru," kata Chriswanto Santoso saat Munas di Jakarta.
Chriswanto Santoso menegaskan LDII sebagai salah satu komponen bangsa harus ikut memikirkan dampak perang di Timur Tengah dan memberi kontribusi kepada bangsa Indonesia.
"Kita tetap harus survive, mereka perang kita harus tetap bisa survive, kita harus punya daya tahan apalagi asta cita kedua Bapak Presiden mencanangkan tentang ketahanan nasional," jelas Chriswanto Santoso.
Tidak Menaikkan Harga BBM
Di tengah kondisi ekonomi global yang bergejolak, Chriswanto Santoso menyampaikan apresiasinya terhadap pemerintah Indonesia yang tidak menaikkan Harga BBM. Menurut dia Langkah ini berdampak positif terhadap perekonomian warga yang bisa tetap stabil.
"Kalau dulu banyak orang yang protes Indonesia BBM mahal, saat ini Indonesia harga BBM paling murah di negara ASEAN. Tentu ini bukan pekerjaan mudah, sejauh mana kita mampu bertahan bahkan walaupun kecil kontribusinya, saya berharap ini tanggungjawab kita semua dan setiap individu warga LDII harus berkontribusi untuk ikut mengatasi," beber Chriswanto Santoso.
LDII Diajak Jadi Jembatan Kebijakan
Pada kesempatan yang sama, Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, mengajak LDII menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan masyarakat. Irfan yang akrab disapa Gus Irfan tersebut mengatakan membangun Indonesia adalah kerja kolektif.
"Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri. Ketika bisa berjalan bersama, maka tidak hanya kuat, tetapi juga akan dihormati dunia," jelas Irfan.

Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, saat Musyawarah Nasional (Munas) X di Pondok Pesantren Minhajurosyidin, Jakarta Timur, Selasa, 7 April 2026. Dokumentasi/ LDII.
Irfan menilai tema Munas X LDII 'Mengokohkan Peran LDII dalam Membangun Indonesia yang Berdaulat, Harmonis, dan Berkeadaban untuk Perdamaian Dunia' sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo.
"Presiden Prabowo menegaskan Indonesia harus swasembada pangan, air, dan energi. Apapun yang terjadi di dunia luar, jika sudah swasembada pangan, air dan energi, maka tidak akan terpengaruh," ungkapnya.
Sementara terkait pelaksanaan Haji yang terdampak perang Iran dengan Israel dan AS, ia mengatakan pihaknya tetap berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar pelaksanaan haji tetap lancar.
"Dan sampai saat ini, semua masih sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan," ujarnya.