Punya Rekam Jejak Fiskal Kredibel, Prabowo: RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang

Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Jamuan Iftar dan Business Summit di Kamar Dagang AS di Washington DC AS, Rabu (18/2/2026). (ANTARA/HO-Sekretariat Presiden)

Punya Rekam Jejak Fiskal Kredibel, Prabowo: RI Tak Pernah Gagal Bayar Utang

Achmad Zulfikar Fazli • 19 February 2026 12:31

Jakarta: Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan sepanjang sejarah, Indonesia tidak pernah gagal bayar utang. Sebab, Indonesia ditopang fondasi ekonomi yang kuat serta rekam jejak fiskal yang kredibel.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam Jamuan Iftar dan Business Summit di Kamar Dagang AS (U.S. Chamber of Commerce), di Washington DC, Rabu, 18 Februari 2025. 

"Kami telah mengelola perekonomian kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar, sekali pun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami," kata Presiden melalui Sekretariat Presiden di Jakarta, dilansir dari Antara, Kamis, 19 Februari 2026.

Bahkan, kata Prabowo, pemerintahan berikutnya dan pemerintah-pemerintah selanjutnya akan selalu menghormati utang-utang pemerintah sebelumnya, meskipun mereka merupakan lawan yang sangat kuat satu sama lain.

Presiden Prabowo memaparkan komitmen pemerintahannya dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui reformasi tata kelola, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penegakan hukum yang tegas demi menciptakan iklim investasi yang stabil dan kondusif.

Kepala Negara mengakui Indonesia masih menghadapi tantangan besar, termasuk kemiskinan, kelaparan, dan persoalan gizi anak. Namun, Presiden Prabowo menegaskan pendekatannya adalah menghadapi persoalan secara langsung dan mencari solusi terbaik.

“Saya berpendapat masalah harus diselesaikan secara langsung. Kita harus memiliki keberanian untuk mengakui kelemahan kita dan melakukan yang terbaik untuk mencari solusi terbaik,” kata dia.
 

Baca Juga: 

Daftar 5 Negara dengan Utang Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?



Ilustrasi utang. Foto: dok MI.

Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, Presiden Prabowo mengumumkan pendirian 10 universitas baru berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics, dan Medicine). Hal tersebut untuk menjawab kekurangan tenaga medis dan mempercepat pembangunan sumber daya manusia unggul.

“Kami kekurangan 140.000 dokter dan hanya meluluskan sekitar 10.000 dokter per tahun. Itu berarti kita membutuhkan waktu 14 tahun untuk mengisi kesenjangan ini, kecuali jika dilakukan upaya baru dan itulah sebabnya saya membentuk sepuluh universitas baru berbasis STEM,” kata Presiden.

Selain itu, pemerintah memulai pembangunan 500 sekolah menengah berkualitas tinggi, serta membuka kolaborasi sektor pendidikan dengan institusi luar negeri, termasuk universitas terkemuka dari Inggris dan Amerika Serikat.

Di bidang tata kelola, Presiden Prabowo menegaskan komitmen kuat untuk memberantas korupsi serta aktivitas ekonomi ilegal, termasuk pertambangan dan pembalakan liar.

“Saya baru saja menutup 1.000 tambang ilegal. Mereka menambang di hutan lindung. Saya juga menyita sekitar 4 juta hektare lahan dari korporasi yang melanggar hukum dan peraturan, beroperasi di luar area yang diizinkan, di luar konsesi mereka, dan sebagainya,” kata dia.

Presiden Prabowo menekankan penegakan hukum dan kepastian regulasi menjadi prioritas utama untuk menciptakan stabilitas sosial dan politik yang mendukung dunia usaha.

“Kami menegakkan hukum. Kami berupaya menciptakan suasana kepastian proses hukum. Saya pikir semua ini akan menambah iklim stabilitas sosial, stabilitas politik, dan akan menciptakan lingkungan yang kondusif untuk kegiatan bisnis dan ekonomi,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)