BNPB: Erupsi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara Picu Kebakaran di Puncak

Visual Gunungapi Karangetang pada Senin (13/7) pukul 00.35 Wita. (Foto: PVMBG)

BNPB: Erupsi Gunung Karangetang di Sulawesi Utara Picu Kebakaran di Puncak

Lukman Diah Sari • 13 July 2026 16:16

Jakarta: Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, erupsi pada Minggu, 12 Juli 2026, pukul 19.14 Wita. Erupsi itu menyebabkan lahan ilalang terbakar.

"Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sitaro, semalam menunjukkan material panas lemparan dari letusan menyebabkan alang-alang di sekitar puncak terbakar dan terpantul di atas awan kabut sehingga tampak seperti api besar," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Senin, 13 Juli 2026.

Selanjutnya, pada Senin pagi, 13 Juli 2026, BPBD Kabupaten Sitaro melaporkan kebakaran ilalang di puncak gunung sudah padam dan dapat dikendalikan. Personel BPBD Kabupaten Sitaro tetap siaga memantau dinamika alam dan cuaca untuk meminimalkan potensi karhutla akibat kejadian erupsi.

"Pemerintah daerah setempat juga telah mengeluarkan surat imbauan kepada warga agar tetap waspada dengan dinamika alam yang mungkin terjadi. Kendati demikian, aktivitas harian masyarakat pagi ini dilaporkan berjalan dengan normal," kata Abdul.

?Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, erupsi ini diawali dengan erupsi bertipe strombolian (eksplosif lemah) setinggi sekitar 100 meter diikuti suara dentuman, lontaran material pijar jatuh di sekitar kawah.

Selanjutnya, diikuti erupsi efusif berupa aliran lava ke arah utara sejauh sekitar 1.000 meter dari Kawah Utara, 400 meter ke barat-barat daya dan ke arah selatan sejauh sekitar 1.000 meter dari Kawah Utara.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Hal yang perlu diwaspadai dari Gunung Karangetang antara lain potensi bahaya berupa erupsi magmatik serta guguran awan panas yang meluncur mengarah ke lembah-lembah dari pusat erupsi Kawah Utara atau Kawah Selatan.

Gunung api ini juga memiliki potensi erupsi efusif dengan ciri khasnya yang perlu diwaspadai yaitu kubah lava/lava keluar dan meluncur ke lembah-lembah. BNPB mengimbau masyarakat di sekitar wilayah Kawasan Rawan Bencana untuk mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh otoritas terkait.

Visual Gunungapi Karangetang pada Senin (13/7) pukul 00.35 Wita. (Foto: PVMBG)

Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 1,5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah selatan barat daya sejauh 2.5 km.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Waspadai pula guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

(Lukman Diah Sari)