Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro meletus dan melontarkan lava pijar di sekitar kawah. ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Kepulauan Sitaro
Gunung Karangetang Erupsi, BPBD Imbau Warga Sekitar Aliran Kali Waspada
Silvana Febiari • 13 July 2026 07:48
Manado: Gunung Karangetang di Sulawesi Utara erupsi pada Minggu, 12 Juli 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sitaro mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar kali yang berhulu dari puncak gunung meningkatkan kewaspadaan.
"Pemerintah Kabupaten Sitaro dalam hal ini BPBD mengimbau masyarakat di sekitar kali agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan tetap berhati-hati, lebih khusus di waktu malam hari," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Sitaro, Sonny Belseran, dilansir dari Antara, Senin, 13 Juli 2026.
Baca Juga :
Dalam laporan aktivitas dan situasi Gunung Karangetang disebutkan, erupsi diperkirakan terjadi pada pukul 19.14 WITA. Pada waktu tersebut terdengar suara dentuman dari aktivitas gunung api tersebut.
"Status Gunung Karangetang sampai saat ini masih di Level II atau Waspada," ujar Sonny.
Kemudian terjadi erupsi eksplosif kecil dari puncak kawah utara lebih kurang 300- 400 meter dan mengalir ke arah barat laut lebih kurang 700-1.000 meter antara Kali Batu Bulan dan Kawahang.
Terjadi juga lontaran material letusan yang menyebabkan alang-alang di sekitar puncak terbakar dan terpantul ke awan sehingga kelihatan api membesar. Warga diminta tidak memasuki area kawah puncak dan aliran lava serta tetap memantau informasi resmi dari BPBD.

Gunung Karangetang di Pulau Siau meletus melontarkan lava pijar di sekitar kawah. ANTARA/HO-BPBD Kepulauan Sitaro
Sebelumnya, letusan Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, menyebabkan lontaran material pijar di sekitar kawah.
"Terjadi letusan eksplosif cukup kuat yang kemudian diikuti dengan lontaran material pijar di sekitar kawah," kata Ketua Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang, Yudia P Tatipang.
Yudia mengatakan, lontaran material pijar tersebut membakar alang-alang yang ada di sekitar kawah. "Nyala api tersebut kemudian memantul ke awan sehingga kelihatan nyala api tersebut besar. Jadi letusannya mengarah ke arah utara," tambahnya.
Dia menyebutkan, lontaran material pijar tersebut kemungkinan tidak menjangkau area permukiman warga. "Pasca-letusan tersebut, kami mengajak personel di lapangan memantau bila ada terjadi leleran lava pijar," ujarnya.