111 Gempa Embusan Terekam di Gunung Karangetang

Salah satu penginapan di Pulau Siau dengan latar Gunung Karangetang. ANTARA/Karel A Polakitan

111 Gempa Embusan Terekam di Gunung Karangetang

Silvana Febiari • 18 May 2026 23:27

Manado: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat sebanyak 111 kali gempa embusan Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara. Data tersebut terekam selama periode evaluasi 16 hingga 30 April 2026.

"Terekam juga sebanyak delapan kali gempa tremor nonharmonik, dua kali gempa tornillo, tiga kali gempa hybrid/fase banyak, 50 kali gempa vulkanik dangkal, 27 kali gempa vulkanik dalam, 28 kali gempa tektonik lokal, satu kali gempa terasa pada skala I MMI, dan 189 kali gempa tektonik jauh," kata Pelaksana Tugas Badan Geologi Lana Saria, dilansir dari Antara, Senin, 18 Mei 2026. 

Dari hasil evaluasi, kondisi visual di kawah utama (selatan) tidak menunjukkan adanya guguran maupun erupsi efusif. Tinggi asap maksimum tercatat mencapai 400 meter di atas puncak gunung, sementara suara gemuruh sesekali terdengar di pos pengamatan gunung api.
 


Kondisi kawah utara teramati asap putih sedang hingga tebal tinggi maksimum 400 meter di atas puncak. Sinar api pada kolom asap teramati setinggi maksimum 30 meter, suara gemuruh kadang terdengar lemah hingga sedang, aktivitas erupsi efusif berupa aliran lava tidak teramati selama periode ini.

Kegempaan pada periode ini menunjukkan penurunan dibandingkan minggu sebelumnya. Namun, gempa embusan masih tercatat dengan intensitas yang tetap tinggi meski jumlahnya menurun.

Ia mengatakan pentingnya mewaspadai adanya awan panas guguran. Kubah lava lama masih berada di puncak yang sewaktu-waktu dapat runtuh bersamaan dengan keluarnya lava.

Karakteristik awan panas guguran Gunung Karangetang terjadi dari penumpukan material lava yang gugur/longsor. Ia juga menyatakan pentingnya mewaspadai terjadinya luncuran lava dari kawah utara menuju arah barat daya–selatan serta kejadian lahar di waktu hujan deras di puncak.


Visual Gunung Karangetang 13 april 2026 pukul 09.25 WITA, teramati dari Pos PGA, asap putih tebal di puncak kawah selatan condong ke timur laut. ANTARA/HO-Pos PGA Karangetang


Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi secara menyeluruh hingga 30 April 2026, tingkat aktivitas Gunung Karangetang pada Level II (Waspada). Rekomendasi disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.

Sejumlah rekomendasi yang harus dipatuhi mengatur agar masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki tidak beraktivitas di sekitar gunung. Aktivitas juga dilarang di radius 1,5 kilometer dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta 2,5 kilometer pada sektor barat daya dan selatan dari kawah utama.

Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan untuk menyiapkan masker penutup hidung dan mulut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan saluran pernapasan apabila terjadi hujan abu.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai dengan aliran yang berhulu di puncak Gunung Karangetang diminta meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)