Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN TA 2025. Foto: Tangkapan layar.

Menkeu: Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga di Tengah Ketidakpastian Global

Husen Miftahudin • 14 July 2026 11:17

Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia tetap mampu mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2025 meski dihadapkan pada berbagai tantangan global.

Purbaya mengatakan stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,11 persen sepanjang 2025. Menurut dia, capaian tersebut menunjukkan fundamental ekonomi Indonesia tetap tangguh dalam menghadapi dinamika global.

"Namun kita patut bersyukur, di tengah gejolak tersebut, stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga yang tercermin dalam beberapa indikator utama. Ekonomi pada 2025 tumbuh 5,11 persen. Hal ini mencerminkan fundamental ekonomi yang resilien dalam menghadapi dinamika global," kata Purbaya dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-25 mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2025, Selasa, 14 Juli 2026.

Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi didukung oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,98 persen serta pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 5,09 persen. Kedua indikator tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif di tengah tekanan ekonomi global.

Selain pertumbuhan ekonomi, pemerintah juga berhasil menjaga inflasi pada level 2,92 persen, masih berada dalam kisaran sasaran yang telah ditetapkan. Menurut Purbaya, capaian tersebut merupakan hasil bauran kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat pasokan, memastikan kelancaran distribusi, serta meningkatkan koordinasi dengan otoritas moneter dan pemerintah daerah.
 



(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
 

APBN jaga ketahanan ekonomi nasional


Purbaya menegaskan ketahanan ekonomi nasional tidak terlepas dari peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai shock absorber dalam menghadapi gejolak global.

APBN dimanfaatkan untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional. Kebijakan fiskal 2025 juga tetap ditempuh secara ekspansif dengan menjaga defisit anggaran pada tingkat yang aman.

"Kekuatan ekonomi domestik tersebut tidak lepas dari optimalnya peran APBN sebagai shock absorber untuk melindungi masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, dan mendukung agenda pembangunan. Hal tersebut sejalan dengan arah kebijakan fiskal 2025 yang ditempuh secara ekspansif dengan tetap menjaga defisit dalam batas yang aman," ujar Purbaya.

(Husen Miftahudin)