Perlindungan Anak di Empat Ruang Jadi Sasaran Hari Anak Nasional 2026

Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK) Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ciput Purwianti, usai taklimat media, di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Perlindungan Anak di Empat Ruang Jadi Sasaran Hari Anak Nasional 2026

Muhamad Marup • 15 July 2026 19:36

Jakarta: Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 pada 23 Juli 2026 akan menyasar perlindungan anak di empat ruang tempat anak banyak beraktivitas. Beragam kegiatan di HAN 2026 akan selaras dengan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA).

"Secara tematik ingin memastikan di empat ruang di mana anak banyak beraktivitas itu dan aman bagi anak dalam Gernas RANA," ujar Asisten Deputi Penyediaan Layanan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (Layanan AMPK) Kementerian Permberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Ciput Purwianti, usai taklimat media, di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Ciput menjelaskan, empat ruang yang disasar yaitu ruang keluarga, ruang sekolah, ruang publik, dan ruang digital.

Kemen PPPA sendiri menggelar beragam rangkaian kegiatan HAN 2026 yaitu peluncuran Gernas RANA, Kampanye Bulan Berlian, Jelajah SAPA, Lokakarya FAN, Goes to Istana Negara Jakarta, Gerak Bersama Anak Indonesia, Kemudi Anak, Main Raya Anak Nusantara, dan Kunjungan AMPK ke Dufan.

Upaya Pemerintah Melindungi Anak dari Bahaya Ruang Digital

Ilustrasi anak. Dok. Freepik

"Ada banyak kegiatan yang sifatnya ceria dan gembira bagi anak karena temanya Sayang anak, Lindungi anak, Bangun Masa Depan," jelasnya.

Perayaan Terdesentralisasi

Ciput menjelaskan, beragam perayaan HAN 2026 juga akan terdesentralisasi. Langkah ini bertujuan untuk lebih mendekatkan anak-anak di seluruh wilayah Indonesia.

"Model peringatan yang terpusat, meskipun memiliki nilai simbolis yang penting, mungkin membatasi keterlibatan langsung dan berdampak nyata bagi anak-anak," katanya.

Ia menyebut, langkah ini membuat Peringatan Hari Anak Nasional dapat membawa warna dan nuansa baru yang lebih berdampak nyata masuk ke kehidupan sehari-hari tanpa mengurangi konteks budaya lokal bagi anak-anak, sehingga menumbuhkan rasa kepemilikan dan partisipasi yang lebih mendalam.

"Ini mengubah acara dari sebuah tontonan yang bersifat top-down menjadi gerakan yang tumbuh dari akar rumput," tuturnya. Ciput menerangkan, pihaknya sudah menerbitkan Surat Edaran ke berbagai pihak baik pemerintah maupun dunia usaha untuk merayakan HAN 2026. Ia berpesan, perayaan hari anak juga melibatkan anak dalam perancangan kegiatan.

"Jadi harapannya tanggal 23 Juli nanti banyak kegiatan-kegiatan peringatan hari anak yang sifatnya gerak aktif buat anak. Jadi anak ada di situ, bukan orang dewasa," ucapnya.

(Muhamad Marup)