Bukan Sekadar Celengan, Ini 10 Cara Mendidik Anak Gemar Menabung

Ilustrasi. Foto: Sunlife.co.id

Bukan Sekadar Celengan, Ini 10 Cara Mendidik Anak Gemar Menabung

Husen Miftahudin • 14 July 2026 15:27

Jakarta: Mengajarkan anak menabung tidak cukup hanya dengan membatasi uang jajan. Orang tua juga perlu mendampingi anak dalam memahami cara mengelola uang, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan finansial yang baik sejak usia dini.

Selain membantu anak belajar berhemat, kebiasaan menabung dapat menjadi bekal untuk mengelola keuangan secara lebih bijak ketika mereka beranjak dewasa.
 

Cara mengajarkan anak jadi gemar menabung


Mengutip Bank Mega Syariah, berikut 10 cara yang dapat diterapkan orang tua untuk mengajarkan anak menabung secara efektif.
 

1. Berikan contoh menabung

Anak cenderung meniru kebiasaan orang tuanya. Karena itu, langkah pertama adalah memberikan contoh nyata, seperti rutin menyisihkan sebagian uang untuk ditabung dan menunjukkan cara menggunakan uang secara bijak.

Dengan melihat langsung kebiasaan tersebut, anak akan lebih mudah memahami pentingnya menabung.
 

2. Kenalkan konsep dan manfaat menabung

Ajarkan anak mengenal uang, mulai dari jenis, nilai, hingga fungsi penggunaannya. Orang tua juga dapat menjelaskan manfaat menabung, misalnya agar anak dapat membeli barang yang diinginkan atau memenuhi kebutuhan tertentu di masa mendatang.
 

3. Susun tujuan keuangan bersama anak

Mengenalkan perencanaan keuangan dapat dimulai dari target sederhana. Misalnya, mengajak anak menabung untuk membeli mainan atau mengunjungi tempat yang diinginkan.

Orang tua dapat membantu menghitung jumlah tabungan yang perlu dikumpulkan dan memberikan informasi mengenai perkembangan tabungannya sebagai bentuk motivasi.
 

4. Ajarkan perbedaan kebutuhan dan keinginan

Pemahaman mengenai kebutuhan dan keinginan penting dikenalkan sejak dini. Orang tua dapat menjelaskan bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi.

Misalnya, jika anak menerima uang jajan Rp5.000 dan hanya menggunakan Rp3.000 untuk membeli makanan, sisa uang dapat disimpan sebagai tabungan.
 

5. Pisahkan uang kertas dan uang logam

Pada tahap awal belajar mengelola uang, anak dapat diajarkan memisahkan uang kertas dan uang logam. Cara ini membantu anak mengenali bentuk serta nilai masing-masing uang sekaligus melatih keterampilan mengelompokkan uang yang dimiliki.
 

(Ilustrasi. Foto: Medcom.id)
 

6. Biarkan anak memilih celengan

Memberikan kebebasan kepada anak memilih celengan dapat meningkatkan rasa memiliki terhadap tabungannya. Orang tua juga dapat mengajak anak membuat celengan sendiri (do it yourself/DIY) agar proses menabung terasa lebih menyenangkan.
 

7. Buat jadwal menabung

Menyusun jadwal menabung bersama anak dapat membantu membangun disiplin dan konsistensi. Pada tahap awal, anak cukup diajak menyisihkan sebagian uang jajan setiap hari. Seiring waktu, orang tua dapat memberikan target nominal sesuai kemampuan anak.
 

8. Ajarkan cara mengelola tabungan

Ketika tabungan sudah mencukupi untuk membeli barang yang diinginkan, orang tua dapat mengajak anak berdiskusi sebelum menggunakan seluruh tabungannya.

Misalnya, menawarkan alternatif barang dengan harga lebih terjangkau sehingga sebagian tabungan tetap tersimpan untuk tujuan berikutnya.
 

9. Berikan apresiasi atas konsistensi anak

Setiap usaha anak dalam menabung layak diapresiasi. Apresiasi tidak harus berupa hadiah. Dukungan dan pujian dari keluarga juga dapat menjadi motivasi.

Jika ingin memberikan hadiah berupa tambahan uang tabungan, sebaiknya dilakukan sesekali agar anak tidak bergantung pada sistem hadiah.
 

10. Ajak anak menabung di bank

Mengajak anak membuka rekening tabungan dapat menjadi pengalaman belajar yang berharga.

Selain mengenalkan layanan perbankan, langkah ini juga membantu anak memahami pentingnya menyimpan uang di tempat yang aman serta menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap keuangannya.

Menanamkan kebiasaan menabung sejak kecil tidak hanya membantu anak memahami nilai uang, tetapi juga melatih kedisiplinan, kemampuan mengatur prioritas, serta pengambilan keputusan dalam menggunakan uang.

Dengan pendampingan yang konsisten dari orang tua, anak akan memiliki bekal literasi keuangan yang lebih baik ketika memasuki usia remaja hingga dewasa.

(Husen Miftahudin)