Analisis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, saat menjelaskan peta pergerakan cuaca di ruang command center Pusdalops BPBD Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026). (ANTARA/Zulkifli Polimengo)
3 Kabupaten di Gorontalo Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan
Whisnu Mardiansyah • 10 August 2026 15:03
Gorontalo: Tiga kabupaten di Gorontalo yaitu Bone Bolango, Gorontalo, dan Gorontalo Utara telah menetapkan status siaga darurat kekeringan akibat musim kemarau panjang. Analis Kebencanaan BPBD Provinsi Gorontalo, Mohamad Tahir Laendeng, menyebut Bone Bolango sebagai wilayah terdampak paling parah.
"Kemarau panjang ini berdampak signifikan pada masyarakat, terutama di kecamatan yang berada di wilayah ketinggian, karena mereka mengalami krisis air bersih," kata Mohamad Tahir di Kota Gorontalo, seperti dilansir Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Data terkini menunjukkan kekeringan meluas ke 52 desa di tiga kabupaten, dengan 6.520 KK atau 16.758 jiwa terdampak. BPBD bersama tim lintas sektor telah menyalurkan 36.000 liter air bersih dalam sebulan terakhir ke tujuh kecamatan di Bone Bolango, enam di Kabupaten Gorontalo, dan satu di Gorontalo Utara. Distribusi mengandalkan PDAM dan didukung BPBD kabupaten, PMI, BPPW, serta BWS.
Kemarau juga mengancam pertanian. Di Kelurahan Kayu Merah, Kecamatan Limboto, sekitar 5 hektare lahan jagung mulai mengering dan terancam gagal panen. Meski SK gubernur untuk siaga darurat provinsi belum terbit, BPBD telah melakukan antisipasi sejak dua bulan lalu, termasuk menyiagakan personel dan koordinasi lintas sektor.
"Kami juga telah melakukan koordinasi lintas sektor bersama PDAM, BPBD kabupaten dan kota, TNI, Polri, dan PMI, untuk mengoptimalkan pendistribusian air sekaligus bersiap melakukan pemadaman jika terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," imbuhnya.

Ilustrasi. ANTARA/Rubby Jovan/dok