Iran mengecam keputusan AS mencabut penangguhan sanksi minyak dan menilai langkah tersebut melanggar MoU Islamabad. (Anadolu Agency)
Iran Tuduh AS Langgar Nota Kesepahaman Islamabad soal Sanksi Minyak
Willy Haryono • 8 July 2026 07:51
Teheran: Iran mengecam keputusan Amerika Serikat (AS) yang mencabut penangguhan sementara sanksi terhadap penjualan minyak Iran dan menilai langkah tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap nota kesepahaman (MoU) Islamabad yang ditandatangani kedua negara bulan lalu.
Dalam pernyataan pada Rabu, 8 Juli 2026, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut keputusan Departemen Keuangan AS itu merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap Pasal 15 nota kesepahaman tersebut dan menegaskan Washington harus bertanggung jawab atas konsekuensi yang timbul.
Menurut Teheran, keputusan itu diambil kurang dari 20 hari setelah nota kesepahaman ditandatangani, sehingga menunjukkan apa yang disebut Iran sebagai buruknya itikad pemerintah AS, ketidakdapatdipercayaan Washington, serta kegagalannya memenuhi komitmen internasional.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan Teheran telah bertindak "dengan itikad baik sepenuhnya" dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk memenuhi kewajibannya berdasarkan nota kesepahaman sejak dokumen tersebut ditandatangani.
Iran juga menuduh Washington berulang kali melanggar isi kesepakatan sambil berupaya membenarkan tindakan tersebut dengan berbagai alasan.
Selain itu, Teheran memperingatkan akan adanya konsekuensi atas langkah AS tersebut dan menegaskan Iran akan mengambil langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional serta keamanan negaranya.
Baca juga: Militer AS Kembali Serang Iran setelah Tiga Kapal Diserang di Selat Hormuz