BKKBN Kerahkan Ratusan Ribu Petugas Lapangan Kawal Pendampingan Keluarga

Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Foto: Tangkapan layar.

BKKBN Kerahkan Ratusan Ribu Petugas Lapangan Kawal Pendampingan Keluarga

Metro TV • 14 October 2026 14:11

Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengerahkan jaringan di tingkat akar rumput untuk memaksimalkan pendampingan langsung masyarakat. Langkah ini guna mendorong kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing.

“Ada 19.780 penyuluh KB dan petugas lapangan keluarga berencana, dan 200.000 lebih tim pendamping keluarga dengan hampir 600.000 anggota yang mencakup kader PKK, kader KB, dan tenaga kesehatan,” kata Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, dalam agenda Dialog Nasional Pemberdayaan di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.
 


Isyana menegaskan jaringan yang luas ini menjadi modal strategis pemerintah dalam memberikan edukasi. Sekaligus, memfasilitasi akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Jaringan ini merupakan modal strategis dalam mendukung pendampingan dari keluarga-keluarga Indonesia melalui edukasi, penguatan fungsi keluarga, fasilitasi akses kesehatan, akses layanan, dan perubahan perilaku,” kata Isyana.

Menurut Isyana, penguatan keluarga sebagai unit terkecil memegang peran krusial. Khsususnya sebagai fondasi utama pembangunan SDM menjelang Indonesia Emas 2045.

“Penguatan kapabilitas, ketahanan keluarga, kualitas pengasuhan, dan kemandirian ekonomi tentu saja menjadi landasan bagi keluarga untuk mengembangkan potensi serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan,” tutur Isyana.

Guna mendukung hal tersebut, BKKBN menjalankan pembangunan keluarga melalui pendekatan siklus hidup secara berjenjang. Mulai dari tahap perencanaan pernikahan hingga kelompok lanjut usia (lansia).

“Pembangunan keluarga dilaksanakan melalui pendekatan siklus hidup, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, seribu hari pertama kehidupan, balita, anak, remaja, pasangan usia subur hingga akhirnya menjadi lansia,” kata Isyana.

Selain itu, berbagai gerakan inovatif dihadirkan untuk menjawab tantangan spesifik di setiap fase kehidupan. Mulai dari penanganan stunting hingga pengasuhan anak dan kesehatan mental generasi muda.


Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga)/Wakil Kepala BKKBN Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka. Foto: Tangkapan layar.

“Mulai dari gerakan orang tua asuh cegah stunting, kemudian untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting, kemudian ada Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak) untuk memperkuat layanan pengasuhan anak, serta pusat informasi dan konseling remaja,” terang Isyana.

Tidak hanya fokus pada ibu dan anak, BKKBN juga mendorong keterlibatan aktif figur ayah dalam pengasuhan serta peningkatan kualitas hidup para lansia.

“Gerakan Ayah Teladan Indonesia untuk memperkuat keterlibatan ayah dalam pola pengasuhan di keluarga, serta Lansia Berdaya untuk meningkatkan kualitas hidup lansia,” kata Isyana.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)