96,06 Persen Barang Tertinggal Telah Diproses KAI Daop I Jakarta

Petugas KAI menyerahkan barang penumpang yang tertinggal di dalam kereta api. ANTARA/HO/KAI

96,06 Persen Barang Tertinggal Telah Diproses KAI Daop I Jakarta

Anggi Tondi Martaon • 14 October 2026 20:55

Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menangani 3.634 barang tertinggal di kereta api maupun area stasiun sepanjang Januari hingga September 2026. Sebanyak 3.491 barang (96,06 persen) dari total barang temuan telah selesai diproses.

“Melalui layanan Lost and Found, sebanyak 2.089 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo dikutip dari Antara, Rabu, 14 Oktober 2026.

Franoto mengatakan temuan barang tertinggal itu terdiri atas 1.144 barang berharga, 2.232 barang kategori biasa, dan 258 makanan. Secara keseluruhan, estimasi nilai barang tertinggal tersebut mencapai Rp4,46 miliar. 
 


Franoto mengatakan pengembalian barang dilakukan setelah petugas memverifikasi kepemilikan. Hal itu dilakukan memastikan barang diterima oleh pihak yang tepat.

Jumlah tersebut mencakup 2.089 barang yang dikembalikan kepada pemilik, 75 barang kategori makanan yang dimusnahkan, serta 1.327 barang yang diserahkan kepada lembaga sosial atau kepolisian. Sedangkan 143 barang lainnya atau 3,94 persen masih dalam penanganan.

Franoto menyampaikan penumpang kereta yang mengalami barang tertinggal di dalam kereta api maupun di area stasiun dapat melapor kepada kondektur, customer service, atau petugas keamanan. Informasi dan bantuan lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui Contact Center KAI 121.


Ilustrasi penumpang kereta api. Foto: Dok. PT KAI.

Untuk memudahkan penelusuran dan verifikasi, pelanggan diharapkan menyiapkan bukti tiket, informasi perjalanan, lokasi terakhir barang terlihat, serta ciri-ciri atau bukti kepemilikan barang.

Layanan Lost and Found membantu proses penelusuran, pendataan, penyimpanan, dan pengembalian barang yang ditemukan petugas atau diserahkan oleh pihak lain.

“Kami berupaya membantu pelanggan melalui layanan Lost and Found. Menjaga barang tetap dalam pengawasan dan melakukan pemeriksaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun menjadi langkah utama untuk mencegah barang tertinggal,” demikian kata Franoto.

(Anggi Tondi)