Kali Mampang. Metrotvnews.com/Nattasya
Normalisasi Kali Mampang Diharapkan Mengurangi Volume Banjir
Nattasya Amani Vrazeti • 29 October 2026 13:12
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menormalisasi Kali Mampang, Jakarta Selatan, untuk mengantisipasi musim hujan yang diperkirakan terjadi mulai akhir November 2026. Normalisasi ini diharapkan dapat mengurangi volume banjir.
“Walaupun saya yakin pasti nantinya ada banjir, tetapi volumenya pasti berkurang secara signifikan karena sekarang ini ditangani secara serius,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meninjau normalisasi Kali Mampang, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Oktober 2026.
Pramono mengatakan kawasan Mampang merupakan daerah cekungan yang rawan banjir. Menurut dia, curah hujan 100 milimeter per hari berpotensi menyebabkan banjir di kawasan tersebut.
“Yang tempat ini memang adalah tempat yang cekungan. Sehingga dengan demikian, curah hujan yang seperti saya katakan, 100 milimeter per hari saja pasti ada banjir di sini,” ujar Pramono.
Dia menjelaskan pembenahan dilakukan dari hulu hingga sejumlah titik sungai. Upaya tersebut mencakup pembangunan embung serta perbaikan di pertemuan Mampang dan Kali Krukut untuk mengurangi risiko banjir.
Normalisasi juga dilakukan di sejumlah sungai, seperti Ciliwung, Krukut, Cakung Lama, dan Kali Angke. Selain itu, Pemprov DKI mengeruk berbagai selokan dan sungai untuk persiapan menghadapi musim hujan.
“Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Semua selokan-selokan, sungai-sungai kita lakukan apa pengerukan di mana-mana,” kata Pramono.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Nattasya
Dalam penanganan Kali Mampang, Pramono mengapresiasi kontribusi masyarakat yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta. Masyarakat mengizinkan lahannya digunakan untuk mendukung pengerukan sungai.
“Sebagai contoh, tempat ini sebenarnya merupakan lahan masyarakat, dan masyarakat mengizinkan apa yang dikeruk di sungai ini kemudian didamping di tempat ini,” ujar Pramono.
Pramono mengatakan penanganan kawasan tersebut ke depan tidak berfokus pada banjir, tetapi juga kemungkinan perbaikan fasilitas perumahan dan sarana-prasarana jalan. Pemerintah tengah merencanakan pembenahan kawasan bersama DPRD DKI Jakarta.
“Tetapi ada kehidupan yang lebih baik yang kita rencanakan untuk itu, termasuk yang saya sebutkan tadi apa, fasilitas perumahan, jalan, dan sebagainya yang perlu dilakukan perbaikan untuk itu,” jelas Pramono.
Pramono juga memastikan anggaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta untuk penanganan banjir tidak dipotong.
“Ya pokoknya anggaran untuk SDA nggak dipotonglah,” kata Pramono.