PTPN Siapkan Ekspansi Pabrik Bioetanol, Investasi Rp8 Triliun

Ilustrasi pabrik bioetanol PTPN III. Foto: Sketsa ChatGPT.

PTPN Siapkan Ekspansi Pabrik Bioetanol, Investasi Rp8 Triliun

Andika Fauzan Azhari • 29 October 2026 11:12

Jakarta: Direktur Bisnis PTPN III (Persero) Ryanto Wisnuardhy mengatakan estimasi nilai investasi untuk membangun satu unit pabrik bioetanol mencapai sekitar Rp800 miliar. Jika perusahaan merencanakan penambahan hingga 10 pabrik baru ke depannya, total kebutuhan investasi diperkirakan menyentuh angka Rp8 triliun.  
 
"Satu pabrik itu kurang lebih sekitar hampir sekitar 800 miliaran lah, jadi sekitar USD50 juta," ujar Ryanto dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
 
Ia menambhkan rata-rata kapasitas produksi bioetanol yang dihasilkan dari satu unit pabrik milik PTPN adalah sekitar 30 ribu kiloliter per tahun (KLPA).  
 
Dalam realisasi pembangunannya, PTPN menerapkan skema kolaborasi strategis dengan Pertamina, seperti proyek pembangunan pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi. Dalam kerja sama ini, PTPN bertugas menyediakan lahan serta bahan baku (feedstock), sementara pabriknya dibangun oleh pihak Pertamina New Energy and Renewable (PNRE).
 


Bahlil: Program BBM Etanol Dimulai Bertahap pada 2027

(Ilustrasi bioetanol. Foto: Warstek.com)

 

Penyediaan bahan baku

 
Menurut Ryanto, skema pembagian peran tersebut dinilai paling efektif untuk menghindari kerumitan dalam penyediaan bahan baku di internal korporasi.  
 
"Pertamina yang bangun pabrik, kami yang ngasih feedstock bahan bakunya, nanti hasilnya, kita bagi-bagi berapa," tambah dia.
 
Pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, saat ini sedang dalam proses pengerjaan dan ditargetkan rampung pada 2028.
 
Melalui sinergi ini, PTPN memastikan pasokan bahan baku dari perkebunan akan terserap dengan baik untuk mendukung program energi bersih nasional.

(Husen Miftahudin)