Direktur Bisnis PTPN III Ryanto Wisnuardhy. Foto: Metrotvnews.com/Andika Fauzan Azhari.
Perkuat Pasokan Bioetanol, PTPN Gandeng PNRE Bangun Pabrik Baru di Banyuwangi
Andika Fauzan Azhari • 29 October 2026 11:05
Jakarta: Direktur Bisnis PTPN III (Persero) Ryanto Wisnuardhy mengatakan produksi molase atau tetes tebu saat ini sebagian besar masih dipergunakan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman atau mamin. Serapan oleh PT Pertamina (Persero) tercatat masih sangat kecil karena program E5 sendiri belum berjalan secara masif.
"Memang saat ini, kami pergunakan mainly untuk food grade, yaitu untuk industri makanan dan minuman atau mamin," ujar Ryanto dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum di Jakarta, dikutip Kamis, 29 Oktober 2026.
Ia menyampaikan serapan bioetanol oleh Pertamina diperkirakan tidak sampai 1.000 kiloliter. Jumlah tersebut dinilai sangat kecil jika dibandingkan dengan total kapasitas produksi yang dimiliki oleh pihak PTPN.
Untuk mendukung program pemerintah, PTPN mulai melakukan kerja sama guna meningkatkan produksi bioetanol berbasis tebu yang menjadi kelolaan perusahaan. Namun, ia juga menyoroti bahwa sebelumnya pergerakan program ini sempat terkendala oleh aturan yang belum jelas dari berbagai instansi terkait.
(Ilustrasi bioetanol. Foto: Warstek.com)
Bangun pabrik kedua di Banyuwangi
Menurut Ryanto, di luar kendala aturan tersebut, PTPN bersama Pertamina New Energy and Renewable (PNRE) saat ini sudah mulai membangun pabrik bioetanol kedua. PTPN bertugas menyiapkan lahan serta feedstock (bahan baku), sementara pabriknya akan dibangun oleh PNRE.
"Kami menyiapkan lahannya, kami menyiapkan feedstock-nya, yang nanti pabriknya akan dibangun oleh teman-teman PNRE, lokasinya di Glenmore, di Banyuwangi sana," tambah dia.
Pabrik baru di Banyuwangi tersebut dirancang memiliki kapasitas yang kurang lebih hampir sama dengan pabrik sebelumnya, yakni sekitar 30 ribu kiloliter per tahun (KLPA). Meski demikian, untuk mencapai target ambisius program E20 ke depannya, PTPN menilai kebutuhan pasokan bioetanol secara nasional masih harus ditingkatkan secara masif.