Pemkot Yogyakarta Siagakan Satgas Linmas Mas Krisna Hadapi Potensi Bencana

Ilustrasi mitigasi bencana di Kota Yogyakarta. Dokumentasi/BPBD Kota Yogyakarta

Pemkot Yogyakarta Siagakan Satgas Linmas Mas Krisna Hadapi Potensi Bencana

Ahmad Mustaqim • 16 October 2026 18:38

Yogyakarta: Pemerintah Kota Yogyakarta menyiapkan Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) untuk mendukung upaya mitigasi dan penanganan bencana menjelang musim hujan. Tim khusus bernama Satgas Linmas Kurangi Risiko Bencana atau Mas Krisna dibentuk untuk mengantisipasi dampak potensi bencana serta membantu penanganan kondisi darurat di lapangan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat mengatakan personel Mas Krisna telah mendapatkan pelatihan kebencanaan hingga penanganan kegawatdaruratan. Pelatihan tersebut melibatkan sejumlah instansi, termasuk Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami di Satpol PP sudah membentuk tim khusus Satgas Linmas Kurangi Risiko Bencana Mas Krisna. Mereka sudah kita latih penanggulangan bencana hingga kegawatdaruratan secara profesional bersama teman-teman Basarnas, BPBD, BNPB, dan instansi lain," kata Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Octo Noor Arafat, Jumat, 16 Oktober 2026.

Selain membentuk tim khusus di tingkat kota, Pemkot Yogyakarta juga memberikan pelatihan kebencanaan kepada sejumlah Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di tingkat kelurahan. Satgas Linmas di kecamatan dan Satlinmas di kelurahan akan berkoordinasi dengan BPBD Kota Yogyakarta untuk mendukung mitigasi maupun penanganan bencana.

Octo menjelaskan, penempatan Satgas Linmas di bawah Satpol PP berkaitan dengan struktur kelembagaan perlindungan masyarakat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri. Salah satu tugas Linmas ialah membantu penanggulangan dan mitigasi bencana, termasuk ketika bencana terjadi.

"Salah satu tugas Linmas berdasarkan permendagri adalah membantu penanggulangan bencana dan mitigasi sampai ketika kejadian bencana," kata dia.
 


Tim khusus Mas Krisna terdiri atas 30 personel Satgas Linmas. Mereka disiapkan untuk melakukan penanganan awal di lokasi kejadian, terutama ketika petugas BPBD belum tiba.

"Saat teman-teman BPBD belum ada di lokasi dan mereka (satgas) lebih dekat dengan lokasi akan bergerak cepat melakukan pengkondisian lapangan untuk meminimalisir terjadinya bencana. Saat ada kebakaran maupun kecelakaan lalu lintas sebelum PSC datang juga membantu mengatur lalu lintas dan mengurangi kepadatan masyarakat yang melihat serta memudahkan akses mobil pemadam kebakaran," katanya.

Satpol PP Kota Yogyakarta mencatat terdapat 96 personel Satgas Linmas di tingkat kota. Sebanyak 30 personel di antaranya tergabung dalam tim khusus Mas Krisna. Sementara itu, setiap kecamatan memiliki sedikitnya 10 personel Satgas Linmas, sedangkan jumlah anggota Satlinmas di seluruh kelurahan di Kota Yogyakarta mencapai 4.298 orang.


Aparat kepolisian membantu penanganan banjir. Foto: Istimewa.


Octo menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Yogyakarta dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana. Satpol PP juga menyatakan kesiapan mendukung program Jogja Connect (Jonet) yang diluncurkan BPBD Kota Yogyakarta pada awal Oktober 2026.

Program tersebut ditujukan untuk memperkuat sistem peringatan dini, koordinasi data kebencanaan, serta integrasi jaringan komunikasi dalam penanganan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta Nur Hidayat menjelaskan, salah satu komponen Jonet ialah Sistem Integrasi Alat Komunikasi Penanggulangan Bencana di Wilayah (Sigapil). Program ini mengintegrasikan kanal komunikasi kebencanaan dengan fokus pada penggunaan radio rig di wilayah kemantren.

BPBD Kota Yogyakarta melakukan komunikasi melalui radio tersebut setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

"Radio rig di setiap kemantren bisa kita gunakan komunikasi secara langsung dengan Linmas dan relawan serta masyarakat," ucapnya.

(Whisnu M)