Dinkes DKI Sebut Kasus DBD 2026 Turun 16,5% Ketimbang 2025

Ilustrasi nyamuk. Dok. Pexels

Dinkes DKI Sebut Kasus DBD 2026 Turun 16,5% Ketimbang 2025

Nattasya Amani Vrazeti • 15 October 2026 17:08

Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta mencatat secara kumulatif jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jakarta hingga Oktober 2026 menurun. Penurunan 16,5 persen ketimbang 2025.

“Sekitar 38,4 persen lebih rendah dibanding 2024,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada Metrotvnews.com, Kamis, 15 Oktober 2026. 

Ani menyebut puncak kasus DBD terjadi pada Maret 2026 dan setelah April 2026. Tren kasus diklaim terus menurun di bulan berikutnya. Namun, Ani tidak memberkan jumlah kasus per bulan.

“Jumlah kasus Oktober sebesar 58 kasus dan turun dibanding kasus September,” ujar Ani. 

Ani menjelaskan penurunan kasus ini tidak terlepas dari berbagai upaya penanganan yang terus dilakukan Dinkes DKI. Langkah tersebut meliputi penguatan surveilans dan kewaspadaan dini, penyelidikan epidemiologi, pengendalian vektor, penguatan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, hingga optimalisasi deteksi dan tata laksana pasien di puskesmas maupun rumah sakit.

“Fokus kami bukan hanya menekan jumlah kasus, tetapi juga mencegah kematian akibat dengue melalui deteksi dan penanganan sedini mungkin,” ucap Ani.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, di Balai Kota Jakarta. Foto: ANTARA/Lia Wanadriani Santosa.

Menjelang masuknya musim pancaroba dan hujan, Dinkes DKI terus memperkuat koordinasi lintas sektor secara berjenjang hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. 

“Dinas Kesehatan juga telah mengeluarkan regulasi kepada jajaran berupa Surat Edaran Nomor 35 Tahun 2026 tentang Pencegahan DBD Melalui Sinergi Lintas Sektor dan Integrasi Data dalam Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD,” ucap Ani. 

Ani mengatakan pihaknya juga telah melakukan rapat koordinasi yang melibatkan wali kota dan bupati, kepala perangkat daerah, serta camat dan lurah di wilayah Jakarta pada 1 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan wilayah terhadap DBD sebelum musim penghujan.

(Achmad Zulfikar Fazli)