Cerita Penumpang Flydubai yang Lumpuhkan Kopilot dalam Dugaan Upaya Pembajakan

Sebuah pesawat milik maskapai Flydubai. Foto: Flydubai

Cerita Penumpang Flydubai yang Lumpuhkan Kopilot dalam Dugaan Upaya Pembajakan

Muhammad Reyhansyah • 1 October 2026 12:00

Tel Aviv: Sejumlah penumpang pesawat Flydubai menceritakan detik-detik menegangkan saat mereka melumpuhkan seorang pilot yang menikam kapten dan diduga berusaha merusak instrumen pesawat dalam penerbangan menuju Israel.

Salah satu penumpang, Yaniv Hayun, mengatakan dirinya mencekik pelaku dan menariknya keluar dari kokpit setelah pesawat tiba-tiba kehilangan ketinggian.

Hayun menyampaikan kesaksiannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah video yang diunggah melalui media sosial. Saat itu, Hayun masih mengenakan kemeja yang berlumuran darah.

Pesawat yang terbang dari Dubai menuju Tel Aviv tersebut dilaporkan turun sekitar 17.000 kaki atau 5.200 meter dalam waktu kurang dari dua menit.

“Seseorang berteriak, lampunya mati,” kata Hayun, dikutip dari BBC, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia bersama sejumlah penumpang kemudian berusaha membuka pintu kokpit. Namun, kapten yang telah ditikam berada sangat dekat dengan pintu sehingga menyulitkan mereka untuk membukanya.

Sebelum akhirnya pingsan, kapten tersebut berhasil membuka pintu kokpit.

Ketika Hayun dan seorang penumpang lain masuk, dia melihat salah satu pilot tergeletak sementara penyerang berada di antara dua kursi dan berada di depan instrumen pesawat. Hayun mengatakan penyerang tampak berusaha merusak instrumen untuk menonaktifkan pesawat.

“Saya menangkap penyerang, mencekiknya, lalu menariknya—pertama-tama—keluar,” kata Hayun.

Setelah penyerang berhasil dikeluarkan, Hayun memanggil sejumlah penumpang asal Israel yang berada di dalam pesawat. Dua penumpang kemudian membantunya menahan pelaku.

Penumpang Ambil Kendali

Setelah penyerang berhasil dilumpuhkan, Hayun kembali masuk ke kokpit dan berusaha mengendalikan pesawat.

“Saya mulai menarik kendali,” ujar Hayun.

Ketika Netanyahu menanyakan apakah Hayun mengetahui cara menerbangkan pesawat, penumpang tersebut menjawab bahwa dirinya sering menonton program Air Crash Investigation.

Hayun mengatakan pesawat kemudian mulai kembali stabil. Dua pilot yang sedang berada di kabin penumpang selanjutnya menuju kokpit dan mengambil alih kendali pesawat.

Penumpang lain, Zvika Meness mengatakan, dirinya turut membantu melumpuhkan penyerang. Menurutnya, dia bersama dua penumpang lain mengikat pelaku menggunakan pengikat kabel milik pelaku serta kabel dari headphone multimedia.

“Pilot lain yang duduk di kabin penumpang masuk untuk menggantikan pilot tambahan, dan mereka pada dasarnya mendaratkan pesawat,” kata Meness.

Pesawat Flydubai tersebut akhirnya mendarat di Bandara Tabuk, Arab Saudi bagian barat laut. Para penumpang kemudian diterbangkan menuju Bandara Ben Gurion, Tel Aviv, menggunakan pesawat repatriasi.

Kedatangan mereka disambut kerumunan warga yang memainkan musik, bernyanyi, menari, dan mengibarkan bendera Israel.

“Syukurlah saya masih hidup,” kata penumpang Haim Lazarovich kepada wartawan. Dia menyebut momen paling menakutkan dalam penerbangan terjadi ketika pilot kehilangan kendali atas pesawat.

Penumpang berusia 18 tahun, Oran Choen, menggambarkan insiden tersebut sebagai “momen yang sangat berat”.

“Mungkin hanya lima menit, tetapi terasa seperti neraka—saya mendengar saudara saya di belakang berteriak bahwa kami akan mati,” katanya.

Seorang paramedis dari layanan ambulans Israel kemudian mengatakan kepada BBC bahwa sejumlah penumpang terlihat sangat emosional dan menangis ketika turun dari pesawat.

Kapten Dilaporkan Stabil

Kapten Smit Machchhar, warga negara India yang mengalami luka akibat ditikam, telah dibawa ke rumah sakit dan dilaporkan berada dalam kondisi stabil, menurut Kedutaan Besar India di Arab Saudi.

Netanyahu memuji Machchhar sebagai “pahlawan sejati” yang menunjukkan “keberanian luar biasa”. Sementara itu, pelaku telah ditangkap dan sedang diperiksa oleh otoritas Arab Saudi.

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyebut insiden tersebut sebagai “upaya serangan teror jihad”. Namun, motif resmi insiden maupun informasi lebih lanjut mengenai pelaku belum diumumkan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dirinya telah berbicara dengan Netanyahu setelah insiden tersebut. Trump menyebut pelaku tampaknya “mungkin seorang teroris”, meski dia juga mengatakan terdapat kemungkinan alasan lain di balik serangan tersebut.

(Fajar Nugraha)