Perkembangan EV Dorong Penguatan Standar Keselamatan Kendaraan

Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com

Perkembangan EV Dorong Penguatan Standar Keselamatan Kendaraan

Eko Nordiansyah • 29 September 2026 11:52

Jakarta: Perkembangan teknologi otomotif yang semakin cepat, termasuk hadirnya kendaraan listrik (EV) membuat standar keselamatan dan perlindungan konsumen menjadi semakin penting. 

Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Mufti Mubarok menilai, perkembangan teknologi harus diikuti dengan penguatan standar, pengujian, sertifikasi, dan transparansi informasi agar kemajuan industri tetap memberikan perlindungan kepada konsumen. 

"Teknologi seringkali melaju jauh lebih cepat daripada regulasinya. Karena itu, kami mendorong penguatan standar keselamatan, pengujian berkala, sertifikasi, serta transparansi informasi agar perlindungan konsumen benar-benar terjamin," jelas Mufti, Selasa, 29 September 2026.

Momentum tersebut datang ketika industrialisasi otomotif Indonesia kembali bergairah. Kehadiran EV membuka ruang baru bagi investasi, manufaktur, teknologi, dan pengembangan rantai pasok, sementara pemerintah semakin tegas mendorong Indonesia menjadi basis produksi sekaligus eksportir otomotif global.

"Karena itu, kemampuan memenuhi standar global menjadi bagian penting dari kesiapan industri untuk masuk dan memperluas pasar internasional," kata dia.

Dorong peningkatan perlindungan konsumen

Bagi Mufti, standar yang semakin tinggi bukan semata-mata tuntutan teknis bagi industri. Standar global pada dasarnya berkembang untuk menjawab kemajuan teknologi sekaligus memberikan tingkat perlindungan yang semakin baik bagi konsumen. 

"Ketika kendaraan semakin bergantung pada perangkat lunak, sensor, konektivitas, dan sistem otomasi, standar menjadi penting untuk memastikan teknologi tersebut tidak hanya tersedia, tetapi juga bekerja dengan tingkat keselamatan yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Mufti.
(Ilustrasi. Foto: Freepik)

Perkembangan EV memperkuat kebutuhan tersebut. Transformasi teknologi kendaraan membawa perubahan pada sistem kendaraan sekaligus mendorong hadirnya teknologi keselamatan yang semakin maju, seperti Autonomous Emergency Braking (AEB), lane support system, blind spot detection, hingga berbagai fungsi Advanced Driver Assistance Systems (ADAS).

"Teknologi tersebut bekerja bukan hanya untuk mengurangi dampak kecelakaan, tetapi juga membantu mencegah risiko sebelum terjadi," ungkap dia.

Namun, teknologi tetap bekerja dalam ekosistem yang melibatkan manusia. Faktor psikologis seperti perhatian, persepsi, kondisi kognitif, dan emosi dapat memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan ketika berkendara.

"Karena perilaku manusia tidak selalu konsisten, teknologi menjadi salah satu lapisan perlindungan penting untuk membantu mengantisipasi human error. Pendekatan Safe System WHO juga menempatkan kendaraan yang lebih aman sebagai bagian dari sistem yang dirancang untuk mengakomodasi kesalahan manusia," kata dia. 

Penyelarasan standar industri dengan global

Di sisi industri, arah tersebut sejalan dengan kesiapan manufaktur otomotif nasional. Ketua Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Yusak Kristian menekankan pentingnya penyelarasan standar industri dalam negeri dengan perkembangan global. 

"Bagi industri komponen, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi dan standar global menjadi bagian dari upaya memastikan produk yang dikembangkan di Indonesia tetap relevan dengan kebutuhan pasar internasional," kata Yusak. 

Dengan demikian, standar global memiliki dua dimensi bagi Indonesia. Di satu sisi, standar menjadi instrumen untuk memastikan perkembangan teknologi memberikan perlindungan yang semakin baik bagi konsumen. Di sisi lain, pemenuhan standar tersebut menjadi bagian dari kesiapan industri untuk menghasilkan produk yang dapat diterima pasar ekspor. 

"Pada akhirnya, ambisi Indonesia menjadi eksportir otomotif tidak cukup hanya ditopang kapasitas produksi. Kemampuan menghasilkan produk dengan teknologi, kualitas, dan standar yang memenuhi kebutuhan negara tujuan akan menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia dari sekadar pasar menjadi pemain dalam industri otomotif global," ungkap dia.

(Eko Nordiansyah)