Kemenkes Targetkan 130 Juta Orang Cek Kesehatan Gratis pada 2026

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Kemenkes Targetkan 130 Juta Orang Cek Kesehatan Gratis pada 2026

Metro TV • 30 September 2026 16:31

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 130 juta orang mengikuti program cek kesehatan gratis pada 2026. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menyebut jumlah ini naik signifikan dari 2025 dengan target 70 juta orang.

“Targetnya 130 juta di tahun 2026. Kalau 2025 tadi 70 juta, sekarang kita naikkan targetnya, targetnya di tahun 2026 (yaitu) 130 juta,” kata Dante dalam konferensi pers di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, Rabu, 30 September 2026.

Target ini hampir dipenuhi Kemenkes dengan jumlah masyarakat yang telah melakukan cek kesehatan gratis kini sebesar 99,1 juta jiwa. Capaian tersebut mencakup masyarakat dari berbagai komunitas hingga siswa di sekolah. 

“Di 2026, sudah mencapai 99,1 juta jiwa, 78,5 jutanya di komunitas dan 20,6 jutanya di sekolah-sekolah,” ungkap Dante.

Dia menjelaskan urgensi program ini sebagai upaya preventif untuk menekan angka penyakit kronis di masyarakat. Menurutnya, deteksi penyakit yang terlambat berpotensi membebani biaya kesehatan bagi masyarakat maupun pemerintah. 

“Karena cek kesehatan gratis itu akan memangkas biaya kesehatan yang tadinya dideteksi pada stadium lanjut. Baru ketahuan kankernya sudah harus dikemoterapi, baru ketahuan jantungnya sudah harus dikateterisasi, baru ketahuan penyakit-penyakit yang tidak diinginkan pada stadium akhir,” ujar Dante.

Data masyarakat yang telah mengikuti program cek kesehatan gratis. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina. 

Sementara melalui program gratis ini, potensi penyakit dapat diintervensi lebih awal. Sehingga, diharapkan biaya kesehatan yang dikeluarkan juga dapat ditekan.

“Tapi kalau cek kesehatan gratis, itu nanti kita bisa mengidentifikasi penyakit pada stadium awal, pengobatannya lebih murah, dan akan menekan biaya BPJS,” kata Dante.

Dante mengungkapkan masalah kesehatan yang paling banyak ditemui di masyarakat adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi. Dia menyebut kini pihaknya tengah memprioritaskan pada penanganan penyakit tersebut. 

“Yang terbesar di antaranya adalah hipertensi. Tensi tinggi banyak ditemukan di masyarakat di Indonesia, diabetes, kolesterol. Itu kita anggap sebagai tatalaksana yang harus kita lakukan prioritasnya,” ungkap Dante.

Maka dari itu, dia menegaskan urgensi pencegahan sejak dini. Langkah ini diharapkan dapat menurunkan risiko komplikasi penyakit, sehingga dalam waktu yang sama menghemat anggaran belanja kesehatan.

“Kalau kita bisa melakukan tatalaksana lebih awal dari hipertensi, diabetes, dan kolesterol ini, maka kita bisa mencegah orang-orang ini masuk ke dalam penyakit jantung dan pembuluh darah seperti stroke dan sebagainya, cuci darah, dan sebagainya. Jadi ini bisa ditangani dan memberikan efisiensi anggaran pembiayaan ke depan yang jauh lebih baik,” terangnya.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)