Santri Pramuka Didorong Mengenal Jati Diri Lewat Budaya

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma. Dok Kemenag.

Santri Pramuka Didorong Mengenal Jati Diri Lewat Budaya

Arga Sumantri • 1 October 2026 19:07

Malang: Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama, Helmi Halimatul Udhma, membuka Bazar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI di Pondok Pesantren An-Nur, Malang, Kamis, 1 Oktober 2026. Bunda Santri Indonesia itu menitipkan dua pesan kepada ribuan santri pramuka untuk mengenali jati diri melalui budaya dan membangun kemandirian melalui ekonomi.

Helmi menegaskan busana adat bukan sekadar pakaian seremonial. Menurutnya, setiap helai kain, motif, dan aksesori yang dikenakan menyimpan nilai, sejarah, dan cara pandang masyarakat yang melahirkannya.

"Anak-anakku santri pramuka, pakaian adat yang kalian kenakan hari ini bukan hanya untuk dipamerkan. Di dalamnya ada doa, ada filosofi, ada jati diri para leluhur kita. Santri pramuka harus tahu makna dari pakaian yang dikenakannya. Kalau ditanya orang, kalian harus bisa menjelaskan, bukan hanya bisa memakainya," pesan Helmi, dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 Oktober 2026.

Ia menambahkan pemahaman atas budaya sendiri merupakan bagian dari karakter santri yang utuh; kokoh dalam keislaman, sekaligus berakar kuat pada kebangsaan. Menurut dia, nilai ini sejalan dengan semangat Pramuka yang menanamkan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, serta tradisi pesantren yang sejak dulu merawat kearifan lokal.

"Santri yang mengenal jati dirinya tidak akan mudah tercerabut oleh arus zaman. Dari Sabang sampai Merauke, keberagaman pakaian adat ini justru menunjukkan bahwa kita satu dalam bingkai Indonesia," ujar dia.

Terkait bazar, Helmi menekankan kegiatan ini bukan pelengkap acara, melainkan bagian penting dari ikhtiar membangun kemandirian pesantren. Bazar PPSN VI menghadirkan beragam produk pesantren, karya santri, serta usaha masyarakat sekitar lokasi perkemahan.

"Ketika ribuan peserta berbelanja di sini, uang itu berputar di tengah ekonomi lokal. Inilah keberkahan yang ingin kita tumbuhkan dari PPSN," tutur dia.

Pembukaan Bazar Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI. Dok Kemenag

Menurutnya, pesantren memiliki modal sosial yang besar untuk menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Kemandirian ekonomi, lanjutnya, akan memperkuat pesantren dalam menjalankan tiga fungsinya, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

"Pesantren yang mandiri adalah pesantren yang kuat. Dan kemandirian itu dimulai dari santri yang berani mencoba, berani berkarya, dan percaya pada produknya sendiri," tegas dia.

Usai membuka bazar, Helmi meninjau sejumlah stan dan berdialog dengan para santri serta pelaku usaha. Ia mengapresiasi kreativitas produk yang ditampilkan dan mendorong agar kualitas, kemasan, dan pemasaran digital terus ditingkatkan sehingga produk pesantren mampu bersaing lebih luas.

PPSN VI 2026 berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Selain bazar, rangkaian kegiatan perkemahan mencakup berbagai lomba kepramukaan, pentas seni dan budaya, serta kegiatan pengembangan karakter santri.

(Arga Sumantri)