FKG UI Terjunkan Tim Odontologi Forensik Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8

Tim FKG UI saat melakukan odontologi forensik identifikasi korban KM Virgo. ANTARA/HO-Humas UI

FKG UI Terjunkan Tim Odontologi Forensik Identifikasi Korban KM Virgo Transport 8

Whisnu Mardiansyah • 2 October 2026 10:42

Jakarta: Universitas Indonesia (UI) mengerahkan tim odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG UI) untuk membantu proses identifikasi korban tragedi KM Virgo Transport 8.

Tim tersebut terlibat dalam operasi Disaster Victim Identification (DVI) yang digelar Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Kalimantan Selatan bersama Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin.

Penanggung jawab Tim Odontologi Forensik FKG UI, drg. Nurtami, mengatakan tim memiliki tugas melakukan identifikasi primer melalui pemeriksaan kondisi dan data gigi korban.

"Kami melakukan pemeriksaan gigi geligi temuan post-mortem yang mencakup pencatatan odontogram, dokumentasi, identifikasi ciri khusus, estimasi usia, serta pencatatan karakteristik odontologis lainnya yang dapat mendukung proses identifikasi," ujar drg. Nurtami, seperti dilansir Antara, Jumat, 2 Oktober 2026.

Dalam proses identifikasi, tim tidak hanya memeriksa kondisi gigi korban setelah meninggal atau data post-mortem. Petugas juga mengumpulkan informasi mengenai kondisi gigi korban semasa hidup atau data ante-mortem.

Data ante-mortem dapat berupa rekam medis gigi, hasil radiografi gigi, foto profil wajah yang memperlihatkan kondisi gigi, serta berbagai karakteristik odontologis khusus lainnya.

Informasi tersebut dikumpulkan dari keluarga atau kerabat korban, dokter gigi yang pernah menangani korban, maupun fasilitas pelayanan kesehatan tempat korban sebelumnya mendapatkan perawatan.
 


Data post-mortem selanjutnya dibandingkan dengan informasi ante-mortem. Proses pencocokan tersebut dilakukan untuk memperoleh hasil identifikasi korban secara positif.

Hingga saat ini, sebanyak 47 jenazah telah berhasil diidentifikasi. Proses tersebut menggunakan metode primer berupa pemeriksaan sidik jari dan data gigi, serta metode sekunder melalui data medis dan properti milik korban.

Dalam operasi DVI, Tim Odontologi Forensik FKG UI melibatkan sejumlah sivitas akademika dari program studi dokter gigi spesialis Odontologi Forensik. Keberangkatan tim mendapat dukungan Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI) melalui Program UI Peduli.

Dalam menjalankan tugas, Tim OF FKG UI berkoordinasi dengan Rumah Sakit Bhayangkara Tk. III Banjarmasin, Tim DVI Biddokkes Polda Kalimantan Selatan, Bidang Odontologi Kepolisian (Bidodontopol), serta Pusat Identifikasi Polri (Pusident).


Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, di perairan Masalembo, Laut Jawa. (ANTARA/HO-Basarnas)


Operasi identifikasi juga melibatkan FKG Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Ikatan Alumni FKG ULM, RSGM Gusti Hasan Aman, serta dokter spesialis forensik medikolegal. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam proses identifikasi korban menggunakan data dan pemeriksaan forensik sesuai bidang keahlian masing-masing tim.

Dekan FKG UI, Prof Lisa Rinanda Amir, menyampaikan keterlibatan sivitas akademika dalam operasi DVI menjadi bagian dari kontribusi ilmu kedokteran gigi dalam penanganan bencana dan persoalan kemanusiaan.

“Keterlibatan FKG UI dalam operasi DVI ini menjadi bentuk nyata kontribusi keilmuan kedokteran gigi untuk mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah dan membantu keluarga memperoleh kepastian,” ujar Prof. Lisa.

Keterlibatan Tim Odontologi Forensik FKG UI juga menjadi bagian dari dukungan UI terhadap penanganan situasi kebencanaan melalui penerapan keilmuan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam proses identifikasi korban.

UI menyatakan akan terus menerapkan kompetensi Odontologi Forensik dalam situasi kebencanaan. Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan kepolisian, rumah sakit, serta tenaga forensik untuk mendukung proses identifikasi korban secara terpadu.

(Whisnu M)