Gunung Lewotolok di NTT Erupsi 215 Kali dalam 24 Jam Terakhir, Status Waspada

Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, NTT, Sabtu (26/9) malam. Foto: Magma Indonesia

Gunung Lewotolok di NTT Erupsi 215 Kali dalam 24 Jam Terakhir, Status Waspada

Palce Amalo • 27 September 2026 13:35

Lembata: Aktivitas erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih berlangsung intensif. Selama 24 jam terakhir, gunung api tersebut tercatat meletus sebanyak 215 kali.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok Yeremias Kristianto Pugel mengatakan, rentetan letusan itu terekam sepanjang periode pengamatan pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 00.00 hingga 24.00 Wita.

"Letusan yang terekam memiliki amplitudo 19,4 hingga 40 milimeter dengan durasi 34 sampai 77 detik. Secara visual, letusan menghasilkan asap berwarna putih dan kelabu dengan ketinggian sekitar 100 hingga 500 meter dari atas puncak," urai Yeremias, Minggu, 27 September 2026.

Selain letusan utama, Pos Pengamatan juga merekam sejumlah aktivitas kegempaan lainnya dalam periode yang sama, dengan rincian sebagai berikut:
  • 174 kali gempa embusan: Amplitudo 3,8–19 mm (durasi 24–63 detik).

  • 4 kali tremor nonharmonik: Amplitudo 7,7–19,4 mm (durasi 76–138 detik).

  • 3 kali gempa tektonik jauh: Amplitudo 9,7–38 mm.

  • 1 kali gempa guguran: Amplitudo 3,8 mm (durasi 54 detik).

Secara visual, kondisi gunung terpantau jelas hingga tertutup kabut 0-I. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal teramati setinggi 20–100 meter di atas puncak. Kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah, arah angin bertiup lemah hingga sedang ke barat daya dan barat, dengan rentang suhu udara 24–33 derajat Celsius.


Erupsi Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. ANTARA/HO-PPG Ile Lewotolok

Status Waspada

Meski aktivitas erupsi terus terekam tinggi, status Gunung Ile Lewotolok saat ini masih berada pada Level II (Waspada). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan yang harus dipatuhi:
  • Zona Bahaya Umum: Masyarakat dan wisatawan dilarang memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat kawah Gunung Ile Lewotolok.

  • Zona Bahaya Sektoral: Khusus untuk area perluasan di sektor selatan dan tenggara, larangan beraktivitas ditetapkan hingga radius 3 kilometer.

  • Ancaman Guguran: Masyarakat di sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut diimbau mewaspadai potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas.

  • Mitigasi Abu Vulkanik: Untuk mengantisipasi paparan abu, warga diimbau disiplin menggunakan masker pelindung pernapasan dan kacamata. Seluruh tempat penampungan air bersih juga harus ditutup rapat.

(Lukman Diah Sari)