Kebakaran lahan di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (30/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Parigi Moutong.
BNPB: Asap Masih Ditemukan di Wilayah Karhutla di Parigi Meski Sudah Diguyur Hujan
Anggi Tondi Martaon • 3 November 2026 14:56
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyisakan titik-titik asap di dalam lapisan tanah di wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng). Padahal, wilayah tersebut sudah diguyur hujan.
"Setelah hujan turun, masih ditemukan asap dari dalam tanah di beberapa titik yang diduga berasal dari bara api yang tersimpan di lapisan tanah gambut," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan dikutip dari Antara, Selasa, 3 November 2026.
Berton menjelaskan kondisi tersebut ditemukan di kawasan gambut dalam wilayah Desa Ganongol Sari, Bolano Lambunu. Wilayah tersebut sebelumnya sempat terbakar dan saat ini masih dalam penanganan tim petugas gabungan.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB melaporkan lebih kurang seluas satu hektare lahan gambut yang terbakar di Desa Ganongol Sari. Peristiwa kebakaran ini diduga dipicu oleh aksi pembakaran lahan secara sengaja sebagaimana laporan yang diterima Minggu, 1 November sekitar pukul 16.00 Wita.
"Unsur gabungan dari BPBD bersama TNI, Polri, relawan, Satpol PP, aparat desa, dan masyarakat masih langsung melakukan pemadaman," ungkap Berton.
Ia menambahkan bahwa karhutla dengan skala yang jauh lebih luas juga terjadi di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, pada Jumat, 30 Oktober 2026, sekitar pukul 11.10 WITA. Kebakaran tersebut melanda kawasan perkebunan serta lahan kosong dengan luas dampak sementara mencapai sekitar 110 hektare.

Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Antara.
Hingga Senin, 2 November 2026, titik-titik api dilaporkan masih menyala di beberapa lokasi. Sebab, kondisi medan cukup berat serta keterbatasan ketersediaan sumber air untuk proses pemadaman.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Parigi Moutong, unsur TNI dan Polri, pemadam kebakaran, Satpol PP, serta masyarakat, terus berjibaku melaksanakan upaya pemadaman hingga tahap pendinginan, seraya membutuhkan tambahan dukungan peralatan pemadam api yang memadai guna mempercepat penanganan di lapangan.