RSUD NEXTGEN: SATUSEHAT Jadi Fondasi Transformasi Sistem Kesehatan Berkelanjutan

Workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026. (Istimewa)

RSUD NEXTGEN: SATUSEHAT Jadi Fondasi Transformasi Sistem Kesehatan Berkelanjutan

Lukman Diah Sari • 7 November 2026 07:50

Surabaya: RSUP Kemenkes Surabaya bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Jawa Timur menyelenggarakan workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026. Kegiatan ini bertujuan mendorong transformasi layanan kesehatan yang lebih aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Acara yang berlangsung di RSUP Surabaya, pada Jumat, 6 November 2026 ini mengusung tema “Connected Through SATUSEHAT. Transforming Hospital Performance. Accelerating Growth”. Forum ini mempertemukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pusdatin Kemenkes, Telkom Indonesia, ESTRADA, serta para pimpinan RSUD di Jawa Timur.

Fokus utama dalam forum ini adalah pentingnya integrasi SATUSEHAT sebagai fondasi transformasi sistem kesehatan nasional. Transformasi digital diharapkan mampu mendukung kesinambungan pelayanan, meningkatkan keselamatan pasien, dan memperkuat efisiensi operasional serta keuangan rumah sakit.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyampaikan sosialisasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit. Regulasi ini mengatur klasifikasi rumah sakit menjadi empat strata  yaitu dasar, madya, utama, dan paripurna, berdasarkan 24 kelompok layanan serta kompetensi SDM, sarana prasarana, dan peralatan.

Berdasarkan pemetaan 90 rumah sakit daerah di Jawa Timur, sebagian besar masih berada di strata dasar dan madya, sementara 21 layanan telah mencapai strata paripurna.

"Dari sisi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS), tercatat 66,5 persen rumah sakit telah memenuhi 12 kriteria KRIS, dan 2,8 persen belum memenuhi," ujar Azhar.

Mendukung agenda tersebut, Telkom Regional 3 bersama ESTRADA membawa pendekatan kolaboratif untuk memperkuat infrastruktur digital dan manajemen rumah sakit. Telkom berperan dalam penyediaan konektivitas, pusat data, dan keamanan informasi.

"Kedaulatan digital menjadi fondasi penting dalam membangun layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Melalui infrastruktur yang andal dan kolaborasi dengan mitra solusi seperti ESTRADA, Telkom berkomitmen mendukung transformasi RSUD agar teknologi memberikan manfaat nyata bagi pelayanan masyarakat," kata EVP Telkom Indonesia, Rachmad Dwi Hartanto.

Sementara itu, ESTRADA memperkenalkan kecerdasan buatan VALID AI dan HELIX (Hospital Executive Intelligence) untuk membantu rumah sakit meningkatkan pengelolaan klaim, memantau kinerja keuangan, serta mengenali potensi risiko lebih dini.


Workshop Digital Sovereignty RSUD NEXTGEN 2026. (Istimewa)

Direktur Utama ESTRADA, Luluk Nurhayati, menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Transformasi digital bukan tentang seberapa banyak teknologi yang dimiliki rumah sakit, tetapi seberapa besar manfaatnya bagi pasien dan kualitas pelayanan. Kami percaya rumah sakit yang kuat adalah rumah sakit yang mampu menjaga keselamatan pasien, mengelola sumber daya secara efisien, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat. Inilah arah transformasi yang ingin kami dukung bersama Telkom dan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Keberhasilan transformasi rumah sakit juga memerlukan kesiapan sumber daya manusia (SDM), tata kelola, dan keamanan data. Melalui pendekatan layanan terkelola (Managed Service), Telkom dan ESTRADA yang didukung oleh Dahua dan RansNet, siap mendampingi RSUD dalam mengadopsi teknologi sesuai kebutuhan dan kapasitas, termasuk bagi rumah sakit yang memiliki keterbatasan sumber daya IT internal.

(Lukman Diah Sari)