Kemendag Catat Transaksi UMKM Lewat Fasilitasi Ekspor Capai USD347 Juta

Mendag Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.

Kemendag Catat Transaksi UMKM Lewat Fasilitasi Ekspor Capai USD347 Juta

Husen Miftahudin • 6 October 2026 18:45

Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus membuka akses pasar luar negeri bagi UMKM melalui program UMKM Bisa Ekspor. Program tersebut mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli dari luar negeri melalui jaringan perwakilan perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC).

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan transaksi UMKM melalui fasilitasi ekspor mencapai USD347 juta sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Capaian tersebut meningkat dibandingkan transaksi yang tercatat pada tahun sebelumnya sebesar USD134,8 juta.

"Tahun lalu transaksinya mencapai USD134,8 juta. Tahun ini Januari sampai Agustus transaksinya sudah USD347 juta. Dan itu rata-rata 60 persen belum pernah ekspor," ucap Budi dalam acara pembukaan Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Budi mengatakan program UMKM Bisa Ekspor didukung oleh perwakilan perdagangan dan ITPC di 33 negara dengan total 46 perwakilan. Melalui program tersebut, pelaku UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan perdagangan untuk kemudian dipertemukan dengan calon pembeli dari luar negeri.

Ia juga menyampaikan sekitar 60 persen pelaku usaha yang mengikuti program tersebut belum pernah melakukan ekspor. Kondisi ini menunjukkan masih banyak pelaku UMKM yang sebelumnya belum memiliki pengalaman dalam kegiatan ekspor.

Dengan begitu, Kemendag mendorong pelaku usaha skala kecil untuk memanfaatkan akses dan pendampingan yang tersedia agar dapat mulai menjangkau pasar internasional.
 
Sertifikasi Halal Buka Peluang Pasar bagi Produk UMK

(Ilustrasi. Foto: dok MI)

Disiapkan tembus pasar global


Selain membuka akses kepada calon pembeli luar negeri, Kemendag juga memberikan pendampingan agar produk UMKM semakin siap dipasarkan. Salah satunya melalui kerja sama dengan GS1 Indonesia dalam sertifikasi barcode yang diharapkan dapat membantu produk lokal masuk ke jaringan ritek modern.

Budi menegaskan produk yang masuk ke ritel global tidak harus berasal dari perusahaan besar. Pelaku usaha lokal dan UMKM juga didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut sehingga dapat memperluas pemasaran produknya.

Kemendag melalui Desa Ekspor juga disiapkan untuk meningkatkan kesiapan produk dari daerah melalui standarisasi, perbaikan kemasan, kualitas, dan branding. Upaya tersebut dilakukan agar UMKM tidak hanya mengandalkan pasar dalam negeri, tetapi juga semakin siap memperluas pemasaran ke pasar global. (Tiaranissa Juliansyah)

(Husen Miftahudin)