Mendag Budi Santoso. Foto: Metrotvnews.com/Tiaranissa Juliansyah.
Kemendag Fasilitasi Barcode untuk Perluas Pasar Produk UMKM
Husen Miftahudin • 6 October 2026 18:40
Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperluas pemasaran hingga masuk ke ritel modern. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui fasilitasi sertifikasi barcode bagi produk pangan dalam kemasan dan produk kecantikan.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik, tetapi masih menghadapi
Budi menyebut banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik, tetapi masih menghadapi kendala dalam pemasaran. Dengan begitu, pembinaan terhadap UMKM dilakukan agar produk lokal semakin mudah dipasarkan.
"Teman-teman UMKM punya banyak produk, produknya bagus-bagus tapi kadang-kadang tidak biasa jualan. Kita berterima kasih kepada GS1 Indonesia yang telah bekerja sama untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care," ucap Budi dalam acara pembukaan Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik, tetapi masih menghadapi
Budi menyebut banyak produk UMKM yang sebenarnya memiliki kualitas yang baik, tetapi masih menghadapi kendala dalam pemasaran. Dengan begitu, pembinaan terhadap UMKM dilakukan agar produk lokal semakin mudah dipasarkan.
"Teman-teman UMKM punya banyak produk, produknya bagus-bagus tapi kadang-kadang tidak biasa jualan. Kita berterima kasih kepada GS1 Indonesia yang telah bekerja sama untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care," ucap Budi dalam acara pembukaan Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan dan Produk Kecantikan di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Dorong produk UMKM masuk ritel modern
Budi mengatakan penggunaan barcode diharapkan dapat mempermudah produk UMKM untuk diterima di jaringan ritel modern. Fasilitasi tersebut dilakukan Kemendag melalui kerja sama dengan GS1 Indonesia untuk sertifikasi barcode produk pangan dalam kemasan dan produk kecantikan.
"Harapan kita teman-teman Bapak,Ibu UMKM nanti kalau Bapak,Ibu sudah pakai barcode itu juga akan semakin mudah lagi barang-barangnya untuk bisa diterima di retail modern," ucap Budi.
Selain dengan GS1 Indonesia, Kemendag juga melakukan kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) dan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong semakin banyak produk lokal masuk ke ritel modern.
Budi menyebut saat ini sudah banyak produk lokal yang tersedia di jaringan modern. Ia juga menyinggung adanya kewajiban ritel modern untuk menyerap produk lokal dengan porsi minimal 30 persen dengan target utama di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek).
Program ini menjadi salah satu langkah Kemendag untuk membantu produk UMKM memenuhi kebutuhan pemasaran dan memperluas akses ke jaringan ritel modern. (Tiaranissa Juliansyah)