Mendag Budi Santoso saat Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan di kantor Kemendag, Jakarta. Foto: Biro Humas Kemendag.
Mendag Dorong UMKM Gunakan Barcode untuk Masuk Ritel Modern
Husen Miftahudin • 6 October 2026 16:59
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menggunakan barcode atau kode batang pada produk untuk memperluas akses ke jaringan ritel modern.
Menurut Budi, penggunaan barcode menjadi bagian dari digitalisasi yang perlu diikuti pelaku UMKM. Kode batang tersebut dapat membantu proses penerimaan dan pemasaran produk melalui jaringan ritel modern.
"Kita terima kasih kepada GS1 Indonesia (penyedia kode batang) yang telah bekerja sama untuk melakukan sertifikasi barcode untuk produk pangan kemasan dan beauty care," kata Budi saat membuka Kick Off Fasilitasi Sertifikasi Barcode Produk Pangan dalam Kemasan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Oktober 2026.
Budi mengatakan penggunaan barcode dapat mempermudah proses layanan, penyimpanan, hingga distribusi produk. Menurut dia, kode batang juga menjadi salah satu standar yang perlu dipenuhi pelaku UMKM untuk dapat bersaing di pasar ritel modern.
Meski demikian, Budi menegaskan penggunaan barcode bukan satu-satunya faktor yang menentukan produk UMKM dapat masuk ke jaringan ritel modern. Pelaku usaha tetap perlu memastikan produk memiliki kualitas dan daya saing sesuai dengan standar pasar dan ritel.
"Kalau produk tidak punya daya saing, tidak bagus, ya tidak bisa masuk. Karena konsumen punya standar, ritel juga punya standar," ujar Budi.
(Ilustrasi. Foto: dok MI)
Akses pasar domestik diperluas
Budi mengatakan penggunaan barcode menjadi salah satu upaya meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperluas akses UMKM ke pasar domestik.
Menurut dia, Indonesia memiliki jaringan ritel modern yang luas. Jumlah gerai minimarket di Indonesia disebut telah mencapai lebih dari 50 ribu gerai.
"Kalau semua bisa diisi produk-produk lokal kan luar biasa. Kalau semua produk lokal bisa masuk pasar dalam negeri berarti ketergantungan terhadap impor juga semakin kecil karena semua sudah bisa diisi oleh produk-produk lokal," ujar dia.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan GS1 Indonesia untuk memberikan sertifikasi barcode bagi produk UMKM. Program tersebut pada tahap awal menargetkan 50 perusahaan.
Budi berharap fasilitasi serupa dapat diperluas sehingga semakin banyak produk UMKM memenuhi standar yang dibutuhkan dan memiliki akses ke jaringan ritel modern.