Aktivitas penerbangan di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya, berjalan normal kendati diselimuti kabut asap, Rabu, 7 Oktober 2026. ANTARA/Yuvensius Lasa Banafanu
Penerbangan Bandara DEO Sorong Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap Karhutla
Silvana Febiari • 8 October 2026 18:36
Sorong: BLU UPBU Kelas I Domine Eduard Osok (DEO) Sorong memastikan aktivitas penerbangan di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya, tetap berjalan. Hal itu berlangsung di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I DEO Sorong Asep Soekarjo mengatakan dampak karhutla terhadap penerbangan antara lain berupa pengalihan dan penundaan penerbangan akibat kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.
"Secara anomali kami mengamati dari hari Minggu telah terjadi pengalihan penerbangan yang dari Sorong ke Ambon. Dari Garuda, Lion dan Batik semua mengalihkan penerbangan. Mereka menunggu cuaca membaik," kata Asep, dilansir dari Antara, Kamis, 8 Oktober 2026.
Setelah kondisi cuaca membaik, penerbangan dapat kembali dilakukan menuju Bandara DEO Sorong.
Dari sisi fasilitas, Bandara DEO Sorong tetap dalam kondisi baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, kondisi alam dan cuaca menjadi faktor yang dapat memengaruhi kelancaran penerbangan.
"Secara fasilitas kita tetap bagus atau secara fungsi dengan baik, tetapi keadaan cuaca atau keadaan alam yang tidak memungkinkan," ujarnya.
Asep mengatakan beberapa operator penerbangan juga melakukan penyesuaian waktu keberangkatan sebagai dampak kondisi cuaca di Sorong.
"Kalau dari penerbangan tetap berjalan, tetapi terdapat penundaan-penundaan penerbangan atau pengalihan penerbangan," ungkapnya.
.jpg)
Foto udara kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Distrik Taroi, Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua Barat. ANTARA/HO-Istimewa Valen
Sementara itu, General Manager Garuda Indonesia Cabang Sorong Nadia Anisa mengatakan pihaknya melakukan penyesuaian waktu penerbangan rute Jakarta-Sorong selama kondisi kabut asap berlangsung.
"Selama tiga hari terakhir kami baru bisa mendarat di Sorong sekitar pukul 11.00 WIT. Biasanya kami berangkat dari Jakarta pukul 00.10, sekarang menjadi pukul 05.00," tuturnya.
Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan untuk menghindari kemungkinan pengalihan penerbangan. Hal ini juga memberikan kepastian kepada penumpang dalam mengatur perjalanan lanjutan.
Nadia mengatakan pada Senin, Selasa, dan Rabu terdapat masing-masing satu penerbangan yang mengalami keterlambatan sekitar lima hingga enam jam untuk rute Sorong-Jakarta.