Tiongkok kembali menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata AS ke Taiwan. (Anadolu Agency)
Tiongkok Tolak Penjualan F-16V AS ke Taiwan, Singgung Urusan Internal
Willy Haryono • 7 October 2026 18:07
Beijing: Tiongkok kembali menegaskan penolakannya terhadap penjualan senjata Amerika Serikat (AS) ke Taiwan setelah Taipei menerima dua dari 66 pesawat jet tempur F-16V Block 70 yang dibeli dari Washington.
“Posisi Tiongkok jelas. Kami tetap dengan tegas menentang penjualan senjata AS ke wilayah Taiwan, Tiongkok,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 7 Oktober 2026.
Kedua pesawat tersebut tiba pada Jumat di Pangkalan Udara Chihhang, Taitung, Taiwan timur, setelah berangkat dari Hawaii dan singgah di Guam.
Penjualan 66 F-16V beserta peralatan terkait disetujui AS pada 2019 dengan nilai sekitar US$8 miliar.
Guo menegaskan bahwa “masalah Taiwan merupakan urusan internal Tiongkok."
“Menyelesaikan masalah Taiwan merupakan urusan kami sendiri sebagai rakyat Tiongkok yang tidak dapat dicampuri pihak luar. Pihak AS perlu melaksanakan kesepahaman penting yang dicapai dalam pertemuan kedua presiden, mematuhi prinsip Satu Tiongkok dan tiga komunike bersama Tiongkok-AS, serta bertindak secara hati-hati dalam masalah Taiwan,” ujar Guo.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Guo ditanya mengenai keyakinan sejumlah pejabat AS bahwa kemungkinan Tiongkok “menginvasi” Taiwan sebelum 2028 semakin rendah.
Tiongkok Tanggapi Tuduhan Mata-Mata
Guo juga menanggapi penangkapan seorang perempuan asal California oleh Biro Investigasi Federal (FBI) AS pada Minggu lalu. Perempuan tersebut dituduh FBI melakukan kegiatan mata-mata terhadap putra pemimpin Taiwan William Lai Ching-te atas perintah pejabat Tiongkok.“Saya tidak mengetahui apa yang Anda sebutkan. Tiongkok menentang upaya mencoreng nama Tiongkok dengan menyebarkan narasi yang disebut sebagai ‘mata-mata Tiongkok,'” kata Guo.
Perempuan tersebut, Wanying Zhang atau dikenal sebagai “Heather," 34, asal Irvine, ditangkap FBI berdasarkan pengaduan federal yang menuduhnya bertindak sebagai agen Tiongkok yang tidak terdaftar.
Ia ditahan di Bandara Internasional Los Angeles ketika hendak melakukan perjalanan menuju Tiongkok.
Baca juga: AS Proses Paket Senjata Terbesar untuk Taiwan