Gubernur DKI Ingin Izin Pembangunan Rumah Ibadah Dipercepat

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Jakarta, Rabu (7/10/2026). ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

Gubernur DKI Ingin Izin Pembangunan Rumah Ibadah Dipercepat

Achmad Zulfikar Fazli • 25 October 2026 16:32

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ingin jajarannya mempercepat pengurusan izin pembangunan rumah ibadah. Proses perizinan rumah ibadah perlu mendapat perhatian agar tidak berlarut-larut, terutama setelah seluruh persyaratan administrasi terpenuhi

Hal itu disampaikan Pramono setelah meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMHAK) Taman Harapan Jaya, Jakarta Timur. Gereja ini berdiri setelah proses pengurusan izin dan pembangunan berlangsung lebih dari 25 tahun.

"Pembangunan gereja ini berjalan sangat panjang sekali, 25 tahun lebih mengurusnya. Dan, saya tahu untuk mengurus izin yang disebut dengan PBG dan sebagainya itu tidak gampang," kata Pramono dalam peresmian GMAHK Taman Harapan di Jakarta, Antara, Minggu, 25 Oktober 2026.

Pramono telah memerintahkan jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memberikan perhatian khusus terhadap proses perizinan pembangunan rumah ibadah. Apabila semua persyaratan administrasi terpenuhi, proses pembangunan harus selesai dalam waktu 1-2 minggu.

“Dan, itu secara konsisten saya lakukan. Begitu sampai di meja saya untuk menandatangani dan memberikan persetujuan tidak lebih dari lima menit. Tidak lebih,” ucap Pramono.

Ilustrasi rumah ibadah. Foto: MI.


Sebagai Gubernur Jakarta, Pramono menegaskan harus melayani seluruh umat beragama tanpa membedakan agama, ras, maupun etnis.

Pramono juga memerintahkan Wali Kota Jakarta Timur Munjirin untuk membantu menyelesaikan sejumlah pekerjaan yang belum rampung di gereja tersebut, termasuk penyelesaian tembok dan persoalan perizinan yang berkaitan dengan bangunan di sebelahnya.

Sementara itu, Ketua Jemaat Gereja, Reapelt Kairupan, mengatakan total anggaran pembangunan GMHAK Taman Harapan Jaya mencapai Rp7,234 miliar. Anggaran tersebut berasal dari swadaya jemaat, donatur, penjualan hasil gereja lama, serta dukungan organisasi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yakni Indonesia Uni Kawasan Tengah dan Konferens DKI Jakarta.

Reapelt mengatakan pembangunan gereja tersebut baru mencapai 80 persen, meskipun bangunan sudah dapat digunakan untuk kegiatan ibadah.

“Masih ada 20 persen yang sisa yang akan kami selesaikan,” ucap Reapelt.

Reapelt berharap keberadaan gereja tersebut dapat menjadi tempat bagi jemaat untuk beribadah dan memperoleh kedamaian, sekaligus memperkuat kehidupan toleransi antar umat beragama di Jakarta.

(Achmad Zulfikar Fazli)