Pemimpin Asia Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

Luiz Inácio Lula da Silva keempat kalinya terpilih sebagai Presiden Brasil. Foto: EFE-EPA

Pemimpin Asia Ucapkan Selamat atas Kemenangan Lula da Silva di Pilpres Brasil

Muhammad Reyhansyah • 26 October 2026 19:00

Seoul: Sejumlah pemimpin Asia menyampaikan ucapan selamat kepada Luiz Inacio Lula da Silva atas kemenangan bersejarahnya dalam pemilihan presiden Brasil. 

Kemenangan tersebut memastikan Lula kembali menjabat sebagai presiden untuk masa jabatan keempat yang tidak berturut-turut.

Lula mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro dalam putaran kedua pemilihan presiden dengan meraih 51,79% suara sah atau lebih dari 60 juta suara. Sementara itu, Bolsonaro memperoleh 48,21% suara.

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengucapkan selamat kepada Lula dan menyampaikan keyakinannya terhadap kepemimpinan presiden Brasil tersebut.

"Saya yakin, berlandaskan kepercayaan dan harapan yang diberikan rakyat Brasil, Anda akan terus memainkan peran penting ke depannya," kata Lee dalam pernyataan di platform media sosial X, dikutip dari Anadolu, Senin, 26 Oktober 2026.

"Saya dengan tulus mendukung Anda untuk terus melangkah dengan penuh semangat menuju masa depan Brasil yang telah Anda cita-citakan," tambah Lee, mengenang pertemuannya dengan Lula.

Sementara itu, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menggambarkan kemenangan Lula sebagai hasil dari persaingan ketat yang memberinya mandat baru dari rakyat Brasil untuk memimpin negara tersebut.

"Komitmen seumur hidupnya terhadap keadilan sosial, pengurangan kemiskinan, dan memastikan suara negara-negara berkembang didengar telah membuatnya dihormati jauh melampaui Brasil," ujar Anwar.

Anwar mengatakan, mandat baru yang diperoleh Lula dapat menjadi peluang bagi Malaysia dan Brasil untuk memperkuat perdagangan dan investasi. Kedua negara juga berpotensi meningkatkan kerja sama antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan Amerika Latin.

Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menyebut kemenangan Lula telah "mengalahkan kekuatan korupsi, perpecahan, dan kebohongan politik".

Dalam pernyataannya di X, Dissanayake mengatakan kemenangan bersejarah di Brasil menunjukkan bahwa rakyat tidak dapat diperdaya oleh dinasti politik yang kehilangan legitimasi dan sosok-sosok dari masa lalu yang meyakini kekuasaan lebih penting daripada kebenaran.

(Fajar Nugraha)