Wamenkes Sebut 1 dari 10 Kasus TBC di Dunia Ada di Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Wamenkes Sebut 1 dari 10 Kasus TBC di Dunia Ada di Indonesia

Siti Yona Hukmana • 22 October 2026 14:48

Jakarta: Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, mengungkap masih tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Tingginya angka penularan dan kematian akibat TBC menempatkan Indonesia sebagai negara kedua penyumbang kasus terbanyak di tingkat global.

“Tahun 2024 diperkirakan 1 juta orang sakit karena TB, 126.000 di antaranya meninggal dunia. Berarti setiap 1 dari 10 kasus TB di dunia ada di Indonesia,” kata Dante di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis, 22 Oktober 2026.

Guna mengatasi persoalan tersebut, Kemenkes terus menggencarkan upaya penemuan kasus secara aktif. Program deteksi dini TBC dengan skema pelayanan cek kesehatan gratis (CKG) terus diperluas kepada masyarakat.

“Kita tidak tinggal diam. Tahun 2025 kita menemukan 867 kasus, 80% dari estimasi. 2026 sudah lebih bagus lagi dengan menggabungkan antara pencegahan TB dengan cek kesehatan gratis,” ujar Dante.

Ilustrasi Pexels

Selain deteksi dini dan pengobatan penderita, pemerintah memfokuskan strategi pada penanganan terapi pencegahan TBC bagi individu yang memiliki riwayat kontak erat atau tinggal serumah dengan pasien aktif.

“Terapi pencegahan dari kontak serumah juga kita lakukan, menjangkau baru 19,7% dari target 80% yang akan kita sasar,” ungkap Dante.

Dante menekankan penanganan TBC memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat. Pemberantasan kasus TBC tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada sektor kesehatan semata.

“Penanggulangan TB sebuah tantangan besar tidak milik Kementerian Kesehatan saja, tetapi juga berperan di dalamnya akademisi, klinisi, sektor swasta dan masyarakat luas,” kata Dante.

Kemenkes mendorong peran aktif masyarakat serta menghadirkan terobosan baru dalam metode penanganan TBC. Salah satunya melalui pendekatan kecukupan gizi dan nutrisi.

“Fasilitas kesehatan adalah sebagai tempat saja, tapi yang lebih penting adalah keterlibatan masyarakat secara luas dan di dalamnya ada pendekatan yang lebih inovatif lagi yang kali ini dilakukan pendekatan yang melalui pendekatan nutrisi,” ujar Dante.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Siti Yona Hukmana)