Modifikasi Cuaca Sejukkan Jakarta saat Jakarta Running Festival 2026

Suasana hari pertama Jakarta Running Festival (JRF) 2026 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Foto: Metro TV/Muhammad Adyatma Damardjati.

Modifikasi Cuaca Sejukkan Jakarta saat Jakarta Running Festival 2026

Muhammad Adyatma Damardjati • 24 October 2026 15:44

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung agenda Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Upaya rekayasa cuaca tersebut mampu menyejukkan udara di hari pertama gelaran maraton tersebut berlangsung.

"Alhamdulillah, sesuai harapan, pada hari pertama Jakarta Running Festival kondisi udara Jakarta terasa lebih nyaman," ujar Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat di Jakarta, Sabtu, 24 Oktober 2026.

Maruli mengatakan modifikasi cuaca dilaksanakan melalui empat sorti penerbangan pada 21-23 Oktober menggunakan pesawat PK-SNH dengan bahan semai natrium klorida. Penyemaian dilakukan di kawasan Bogor, Depok, Bekasi, dan Jakarta Selatan.

Langkah tersebut untuk mengoptimalkan potensi hujan. Menurut Maruli, modifikasi cuaca membantu menciptakan kondisi nyaman bagi lebih dari 37.000 peserta JRF dari 48 negara.

"Operasi disertai hujan dengan intensitas bervariasi di sejumlah wilayah sekitar Jakarta. Pada Jumat, hujan ringan hingga sedang tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan," kata Maruli.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi mengatakan konsentrasi sejumlah polutan di lima wilayah kota administrasi tercatat menurun. Catatan itu berdasarkan hasil pemantauan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU).

"Kondisi ini dapat dipengaruhi berbagai faktor meteorologi, termasuk kemungkinan kontribusi OMC," ujar Dudi.

Dudi menjelaskan konsentrasi PM2,5, PM10, dan sulfur dioksida cenderung menurun pada Sabtu pagi, terutama pukul 04.00-07.00 WIB. Di Jakarta Selatan, PM2,5 turun hingga 12-32 mikrogram per meter kubik, di bawah baku mutu 55 mikrogram per meter kubik.

"Kawasan pesisir Jakarta Utara mencatat penurunan PM2,5 hingga 9-17 mikrogram per meter kubik pada pukul 04.00-07.00 WIB. Tren penurunan juga terpantau di Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat," kata Dudi.


Ilustrasi cuaca Jakarta. Foto: dok. Antara. 

Dudi menyebut penurunan polutan dapat dipengaruhi kondisi meteorologi, aktivitas sumber emisi lokal, serta kemungkinan dampak OMC. Hujan yang dipicu modifikasi cuaca berpotensi membersihkan partikulat melalui deposisi basah.

"Namun, diperlukan analisis lanjutan untuk memastikan besarnya pengaruh masing-masing faktor dan keberlanjutan perbaikan kualitas udara," ucap Dudi.

Sebagai informasi, Jakarta Running Festival 2026 berlangsung selama dua hari pada 24-25 Oktober 2026. Sejumlah rekayasa lalu lintas dan penutupan ruas jalan diberlakukan secara situasional selama acara berlangsung.

Adapun kegiatan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said pada Minggu, 25 Oktober 2026 ditiadakan.

(Gabriella Thesa Widiari)