Dorong Standarisasi Pasokan, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring

Ilustrasi. Foto: Dok istimewa

Dorong Standarisasi Pasokan, PLN EPI Luncurkan Marketplace Biomassa untuk Cofiring

Eko Nordiansyah • 13 November 2025 11:40

Cilacap: PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik, dimulai dari PLTU Adipala. Platform ini menghubungkan petani/kelompok tani, BUMDes, koperasi, dan agregator dengan kebutuhan bahan bakar pembangkit secara terukur mulai dari volume, mutu, hingga logistik.

Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvary Marimbo, menegaskan cofiring merupakan jembatan penting menuju dekarbonisasi pembangkit eksisting. Ia menegaskan, kuncinya ada pada kepastian pasokan, standarisasi kualitas, dan efisiensi logistik.

“Dengan marketplace, mismatch kualitas bisa ditekan, partisipasi lokal meningkat, dan operasi pembangkit menjadi lebih andal dalam mendukung penurunan emisi serta mendorong ekonomi sirkular di tingkat akar rumput,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis, 13 November 2025.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir menjelaskan, platform ini memiliki fitur inti berupa registrasi pemasok, penawaran harga/volume, quality gate di hub, serta tracking pengiriman hingga proses penerimaan di pembangkit. Skema digital ini disiapkan untuk direplikasi di pembangkit-pembangkit lain di jaringan PLN.

“Melalui skema hub– sub hub – main hub membuat suplai lebih transparan dan terstandar. Tidak semua material hayati layak bakar karena itu kriteria mutu diseragamkan agar mendekati spesifikasi batu bara, sehingga faktor kapasitas pembangkit tetap terjaga,” jelas dia.
 



(
PLN EPI merilis aplikasi marketplace biomassa untuk memperkuat pasokan cofiring pembangkit listrik. Foto: Dok istimewa)

Pasokan cofiring di PLTU Adipala lebih stabil

Implementasi perdana di PLTU Adipala menargetkan pasokan cofiring yang lebih stabil. Direktur Operasi Pembangkit Batubara PLN Indonesia Power Hanafi Nur Rifa'i menyebut, digitalisasi bukan sekadar upaya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga langkah strategis untuk membangun ekosistem energi yang lebih inklusif.

“Melalui transformasi ini, kami berkomitmen agar transisi energi turut memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat di sekitar wilayah pembangkit. Dengan teknologi supercritical dan penerapan cofiring, PLTU Adipala siap menyongsong target Net Zero,” ujar dia.

Selain berperan dalam menekan emisi karbon, ia mengungkapkan, program ini juga menjadi pengungkit ekonomi lokal. Petani, BUMDes, dan UMKM biomassa kini memiliki akses pasar dan kepastian pembayaran yang lebih transparan melalui proses digital end-to-end.

“Ke depan, PLN EPI akan memperluas pengembangan tanaman energi, mengintegrasikan data mutu/volume lintas hub, serta memperkuat kapasitas aggregator agar suplai biomassa semakin kompetitif dan bankable,” ungkap dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)