Tim SAR berupaya evakuasi santri di balik reruntuhan beton musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Basarnas Surabaya)
Selain Dua Jenazah, Tim SAR Temukan Jasad Tak Utuh Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny
Amaluddin • 4 October 2025 20:39
Sidoarjo: Proses pencarian korban ambruknya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, memasuki hari keenam pada Sabtu, 4 Oktober 2025. Tim SAR gabungan kembali menemukan tiga korban, terdiri atas dua jenazah utuh dan satu jasad tak utuh.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus On Scene Coordinator (OSC), Nanang Sigit, menjelaskan evakuasi kali ini berlangsung cukup sulit karena korban tertimbun lapisan beton dan rangka bangunan. Tim SAR harus menggunakan kombinasi alat berat, peralatan ekstrikasi, serta teknik manual.
“Tim perlu mengangkat puing-puing, memotong rangka besi, hingga akhirnya berhasil mengevakuasi korban dari timbunan material. Prosesnya harus sangat hati-hati karena kondisi di lapangan berisiko tinggi,” kata Nanang di Sidoarjo.
| Baca: 48 Korban Ponpes Al Khoziny Belum Ditemukan, Evakuasi Fokus ke Titik Reruntuhan
|
Seluruh temuan korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. Dengan penambahan ini, total korban musala ambruk Ponpes Al Khoziny tercatat 121 orang, terdiri dari 104 selamat dan 17 meninggal.
Dalam operasi SAR tersebut, puluhan unsur gabungan dikerahkan, mulai dari Kantor SAR Surabaya, Basarnas Special Group (BSG), BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI, Polri, PMI, Damkar, hingga sejumlah organisasi relawan dan potensi SAR lainnya.
Hingga malam hari, alat berat masih terus bekerja untuk mengurangi material reruntuhan, sementara tim di lapangan tetap siaga melakukan pencarian lanjutan.