Langgar Gencatan, Zionis Israel Serang Lebanon dan Menewaskan 245 Orang

Asap tampak dari serangan Israel ke Beirut, Lebanon. Foto: The New York Times

Langgar Gencatan, Zionis Israel Serang Lebanon dan Menewaskan 245 Orang

Fajar Nugraha • 9 April 2026 05:43

Beirut: Israel telah membombardir berbagai lokasi di Lebanon, termasuk ibu kota Beirut, dalam serangan dahsyat yang menurut pihak berwenang telah menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai lebih dari 1.165 orang.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya mengatakan bahwa Lebanon tidak akan termasuk dalam gencatan senjata.

Dilansir dari Al Jazeera, Kamis 9 April 2026 Serangan tersebut digambarkan sebagai pengboman Israel terberat di Lebanon sejak rezim tersebut memulai agresi terhadap negara Arab itu pada awal Maret, bersamaan dengan agresi bersama dengan Amerika Serikat dan Iran.

Situs berita Al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon mengatakan bahwa rezim Israel telah menyerang daerah pemukiman padat penduduk, dari ibu kota Beirut dan pinggiran selatannya hingga daerah di Saida dan Nabatieh di selatan dan Bekaa di Lebanon timur.

Media Lebanon mengutip Palang Merah Lebanon dalam melaporkan bahwa jumlah korban tewas bisa mencapai setidaknya 300 orang, dengan banyak lagi yang terluka.

Sementara Reuters mengutip sumber keamanan yang mengatakan bahwa setidaknya 12 orang tewas dalam satu serangan di lingkungan padat penduduk di Beirut.

Rumah sakit-rumah sakit Lebanon mengeluarkan imbauan mendesak untuk donor darah karena kewalahan menangani korban, menurut sumber-sumber yang dekat dengan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, yang telah menjadi target utama serangan Israel dalam beberapa pekan terakhir karena dukungannya terhadap perjuangan Iran melawan agresi AS-Israel.

Serangan intensif tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Iran dan Amerika Serikat (AS) menyepakati persyaratan gencatan senjata 15 hari yang dimediasi oleh Pakistan, yang juga mencakup penghentian agresi Israel terhadap Lebanon.

Kepala Staf rezim Israel, Eyal Zamir mengatakan, setelah serangan Rabu bahwa rezim akan terus menyerang Lebanon dan akan menggunakan setiap peluang operasional yang tersedia.

Agresi Israel terhadap Lebanon telah menewaskan ratusan orang dan menyebabkan hampir satu juta orang mengungsi dari rumah mereka dalam lebih dari sebulan serangan tanpa pandang bulu.

Agresi tersebut tidak menghalangi Hizbullah, karena kelompok tersebut telah mengindikasikan bahwa mereka akan terus membela Iran dan perlawanan regional dalam perjuangan mereka melawan AS dan Israel.

Sementara itu, Hassan Fadlallah, anggota blok Loyalitas kepada Perlawanan di parlemen Lebanon, mengatakan rezim Israel berusaha untuk "menghindari keputusan gencatan senjata terkait front Lebanon dalam upaya untuk mengimbangi kekalahannya dalam agresi terhadap Iran."

Ia mengatakan Israel, setelah gagal mencapai tujuannya, terpaksa menerima keputusan AS untuk menghentikan perang.

Fadlallah menambahkan bahwa "kejahatan Israel di Lebanon tidak dapat menghapus citra kekalahannya di hadapan Iran" atau mundurnya pasukan Israel di hadapan perlawanan Lebanon sebelum mencapai Sungai Litani.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)