RI-AS Sepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama

Jajaran Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat. Foto: Istimewa

RI-AS Sepakati Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama

M Ilham Ramadhan Avisena • 14 April 2026 12:18

Jakarta: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, di Pentagon, Senin, 13 April 2026. Indonesia-Amerika menyetujui pembentukan Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama atau Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).

"Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral Amerika Serikat-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama," kata juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 14 April 2026.

Kemitraan ini dibangun di atas tiga pilar utama yang mengedepankan prinsip saling menghormati dan penghargaan terhadap kedaulatan masing-masing negara. Pilar tersebut mencakup penguatan modernisasi militer dan kapasitas pertahanan, peningkatan pelatihan serta pendidikan militer profesional, serta pengembangan latihan bersama dan kerja sama operasional.
 


Selain itu, kedua pihak menyatakan komitmen untuk memperluas cakupan sekaligus meningkatkan kompleksitas latihan bersama, baik bilateral maupun multilateral, termasuk dalam latihan Super Garuda Shield. Upaya ini dinilai penting untuk memperkuat kemampuan kolektif sekaligus menjaga stabilitas kawasan.

"Kedua pemimpin menegaskan kembali hubungan pertahanan yang penting dan terus berkembang, serta membahas berbagai tujuan bersama, termasuk peningkatan pelatihan pasukan khusus dan pendidikan militer profesional," kata Sean Parnell.


Jajaran Kementerian Pertahanan Indonesia dan Kementerian Pertahanan Amerika Serikat. Foto: Istimewa

Kesepakatan ini mencerminkan kelanjutan penguatan hubungan pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat yang telah terjalin selama puluhan tahun. Kedua negara menegaskan kembali posisi masing-masing sebagai mitra strategis, dengan komitmen bersama untuk terus bekerja sama berdasarkan prinsip saling menghormati, menjaga kedaulatan, serta memperkuat stabilitas dan perdamaian di kawasan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)