Kasus Campak di Kota Jambi Melonjak, Dinkes Siagakan Fasilitas Kesehatan

Ilustrasi campak. Foto Freepik.com

Kasus Campak di Kota Jambi Melonjak, Dinkes Siagakan Fasilitas Kesehatan

Lukman Diah Sari • 13 April 2026 18:16

Kota Jambi: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jambi menyiagakan seluruh fasilitas kesehatan untuk menghadapi peningkatan kasus campak. Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Elvi Roza mengatakan kasus campak di kota itu didominasi oleh anak usia 0 hingga 6 tahun.

Berdasarkan data Dinkes setempat, per 13 April 2026 tercatat lebih dari 300 kasus campak di Kota Jambi, dengan wilayah Kenali Besar menjadi penyumbang kasus tertinggi sebanyak 57 kasus. Menurut dia, banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap menjadi penyebab.

"Mari kita dukung program imunisasi agar anak tetap sehat dan terlindungi dari campak," kata Elvi, di Jambi, Senin, 13 April 2026, melansir Antara.



Ilustrasi campak. (Freepik)

Pihaknya juga meminta rumah sakit untuk melakukan skrining terhadap pasien dengan gejala campak dan/atau riwayat kontak dengan kasus campak di pintu masuk rumah sakit, instalasi gawat darurat, rawat jalan, dan rawat inap. Selain itu, pihak rumah sakit diminta menyiapkan ruang isolasi. 

Langkah tersebut menindaklanjuti Surat Edaran (SE) dari Kementerian Kesehatan tentang Kewaspadaan terhadap Penyakit Campak bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan guna mengantisipasi penularan dan peningkatan kasus campak, terutama pada tenaga medis dan kesehatan.

"Kami meminta tenaga kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan mengatur jadwal kerja agar tetap mendapatkan waktu istirahat yang cukup guna meminimalkan risiko penularan," kata dia.

Kemudian fasilitas kesehatan diminta menetapkan mekanisme tata laksana bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan yang terpapar, bergejala, suspek, maupun terkonfirmasi campak, sekaligus memperkuat pengawasan melalui tim PPI, K3RS, serta unit mutu dan keselamatan pasien. Pemerintah kota setempat juga menyiapkan instruksi untuk melaksanakan imunisasi campak bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan di rumah sakit setempat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)