Adab Dinilai Menjadi Penuntun dalam Musyawarah NU

Logo Nahdlatul Ulama (NU). Foto: Dok. NU.

Adab Dinilai Menjadi Penuntun dalam Musyawarah NU

Fachri Audhia Hafiez • 21 June 2026 14:11

Jakarta: Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, berlangsung kondusif. Hal ini dinilai mencerminkan NU yang selalu mengedepankan adab untuk menciptakan suasana guyub dan penuh kekeluargaan.

“Para masyayikh, pengurus, dan peserta berbaur dalam semangat ukhuwah. Inilah wajah NU yang sesungguhnya, di mana adab selalu menjadi penuntun dalam bermusyawarah,” ujar Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH. Ma’shum Faqih, kepada wartawan di lokasi acara, Minggu, 21 Juni 2026.
 


Ma'shum menilai adanya perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi besar seperti NU. Namun, tradisi pesantren selalu mengajarkan bahwa setiap musyawarah harus dilandasi sikap saling menghormati, mengedepankan hikmah, serta mengutamakan kemaslahatan bersama.

Anggota Majelis Masyayikh Pondok Pesantren Langitan Tuban ini turut mengapresiasi kesiapan Pondok Pesantren Al Falah Ploso sebagai tuan rumah forum strategis nasional ini. “Ini menunjukkan kuatnya tradisi gotong royong, khidmah, dan manajemen pesantren,” ucap Ma’shum.

Pendiri Forum Gawagis Nusantara itu berharap semangat kebersamaan yang tampak sejak pembukaan dapat terus mengiringi seluruh rangkaian acara hingga penutupan. Sekaligus melahirkan keputusan yang arif.

“Semoga Munas dan Konbes ini melahirkan keputusan-keputusan yang arif, mempererat ukhuwah, serta semakin memperkokoh khidmah Nahdlatul Ulama bagi umat, bangsa, dan peradaban,” ujar Ma'shum.


Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, KH. Ma’shum Faqih bersama Sekretaris Steering Committee (SC) Munas dan Konbes NU 2026 Muhammad Nuh. Foto: Dok. Pribadi.

Rangkaian acara yang berlangsung pada 20-22 Juni 2026 ini diawali dengan pleno tata tertib pascapembukaan selesai dilakukan. Memasuki hari kedua, agenda dilanjutkan dengan sidang pleno arahan Wakil Rais Aam serta penyampaian capaian kinerja PBNU di hadapan peserta PWNU dari seluruh Indonesia.

Sesuai jadwal yang telah disusun panitia, forum permusyawaratan ini akan segera memasuki agenda krusial. Yakni, sidang bahtsul masail serta rapat komisi-komisi untuk merumuskan rekomendasi strategis organisasi.

(Fachri Audhia Hafiez)