Konten Viral Kerap Membahayakan Anak, Psikolog Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi Pexels

Konten Viral Kerap Membahayakan Anak, Psikolog Ungkap Penyebabnya

Muhamad Marup • 7 May 2026 12:11

Jakarta: Konten viral tidak selamanya positif, bahkan tidak sedikit yang kerap membahayakan keselamatan anak. Seperti konten viral Freestyle atau Handstand yang marak dilakukan anak kecil yang ironisnya dalam beberap konten orang tua cenderung membiarkan hal tersebut.

Psikolog anak dari Kancil, Evryanti Putri, mengikuti tren di media sosial membuat anak merasa mendapat pengakuan dari teman-temannya. Di sisi lain, skema likes dan views di media sosial juga dianggap penghargaan oleh anak.

"Di usia yang masih dini itu secara perkembangan otak juga belum berkembang cukup matang gitu. Sehingga mereka mungkin belum berpikir panjang akhirnya jadi impulsif ikut-ikutan," ujar Putri, kepada Metrotvnews.com, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia meminta orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak untuk memahami risiko melakukan sesuatu dengan penjelasan yang nyata. Jika konten viral memang memiliki lebih banyak risikonya, orang tua bisa meminta anak untuk tidak melakukannya.

"Jadi memang ini tuh mungkin trendnya upload terus nanti jadi trend terus dapat validasi karena mungkin likes dan viewsnya itu banyak gitu ya," jelasnya.

Dampak positif dan negatif


Tangkapan layar Tiktok

Terkait konten Freestyle atau Handstand, Putri menerangkan, tren tersebut bisa memberikan dampak positif ketika diarahkan melalui pendampingan profesional. Dengan demikian, aktivitas anak dapat terwadahi.

"Didampingi dengan yang profesional karena memang beberapa bakat atau minat anak kita kan sebenarnya bisa juga menjadi sebuah prestasi kan untuk mereka," ucapnya.

Meski begitu, ia juga mengingatkan dampak negatif dari tren tersebut. Tanpa ada pelatih dan pengamanan, risiko kecelakaan fisik bahkan kematian bisa terjadi pada anak.

"Memilih-milih mana yang perlu dilakukan dan adanya pendampingan mana yang sebaiknya tidak dilakukan. Rrang tua juga bisa menjelaskan ke anak risikonya apa sih bahayanya tren tersebut," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)