Iran Beberkan Kondisi Mojtaba Khamenei usai Terluka dalam Serangan AS-Israel

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. (Press TV)

Iran Beberkan Kondisi Mojtaba Khamenei usai Terluka dalam Serangan AS-Israel

Willy Haryono • 10 May 2026 13:19

Istanbul: Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dinyatakan dalam kondisi sehat sepenuhnya setelah mengalami luka-luka akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kantor kepemimpinan Iran di hari pertama perang awal tahun ini.

Pernyataan dari otoritas Iran ini merupakan keterangan pertama yang merinci kondisi kesehatan serta pengalaman sang pemimpin saat serangan terjadi.

Berdasarkan laporan kantor berita Fars, Direktur Jenderal Protokol Kantor Pemimpin Tertinggi, Mazaher Hosseini, mengungkapkan bahwa Mojtaba Khamenei terluka dalam serangan yang menargetkan kompleks tersebut pada 28 Februari 2026. Saat peristiwa itu terjadi, proses pemilihannya sebagai pemimpin tertinggi baru akan berlangsung di masa depan.

Hosseini yang berada di lokasi saat serangan mengatakan beberapa titik di sekitar kompleks hancur, termasuk lokasi tewasnya pejabat senior Iran, termasuk Ali Khamenei yang merupakan Pemimpin Tertinggi saat itu sekaligus ayah dari Mojtaba.

Hosseini menambahkan bahwa Mojtaba Khamenei tidak berada di area tempatnya biasa memberikan ceramah saat pengeboman terjadi, di mana lokasi tersebut kemudian dilaporkan rata dengan tanah.

Pejabat itu juga mengungkapkan bahwa kediaman Khamenei turut menjadi sasaran serangan yang menyebabkan istrinya serta beberapa orang lainnya tewas. Khamenei dilaporkan terhempas ke tanah akibat gelombang ledakan saat sedang menuju kediamannya, yang mengakibatkan cedera pada tempurung lutut dan punggung bagian bawah.

“Cedera punggung telah membaik selama periode ini, dan cedera tempurung lutut juga akan segera sembuh. Beliau dalam kesehatan penuh,” ujar Hosseini sebagaimana dikutip dari Fars, seperti dikutip Anadolu, pada Minggu, 10 Mei 2026.

Cedera Mojtaba Khamenei

Hosseini juga membantah spekulasi mengenai cedera di dahi Khamenei dan menjelaskan hanya terdapat luka kecil di belakang telinga yang sudah ditangani. Ia menyimpulkan bahwa pihak lawan tengah berupaya mencari materi audio atau video terkait Khamenei untuk melakukan tindakan terhadapnya, seraya menambahkan bahwa sang pemimpin akan berpidato di hadapan publik pada waktu yang tepat.

Mojtaba Khamenei terpilih sebagai Pemimpin Tertinggi pada 9 Maret 2026 menyusul tewasnya Ali Khamenei dalam serangan AS-Israel. Sejak menjabat, ia hanya berkomunikasi melalui pernyataan tertulis. Ketegangan regional sendiri meningkat tajam setelah serangan 28 Februari yang memicu aksi balasan dari Teheran serta gangguan di Selat Hormuz.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan telah berlaku sejak 8 April, namun putaran pertama perundingan di Islamabad pada 11 April gagal mencapai kesepakatan permanen.

Masa gencatan senjata tersebut kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu. Sejak 13 April, Amerika Serikat terus memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Mojtaba Khamenei Tegaskan Iran Tak Akan Mundur Hadapi AS

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)