Soekarno Run BWX 2026 Sukses Digelar, Said Abdullah Bakal Tambah Hadiah Jadi Rp5 Miliar Tahun Depan

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menyampaikan rencana peningkatan hadiah Soekarno Run Banyuwangi menjadi Rp5 miliar tahun depan. (Foto: Ist)

Soekarno Run BWX 2026 Sukses Digelar, Said Abdullah Bakal Tambah Hadiah Jadi Rp5 Miliar Tahun Depan

Patrick Pinaria • 20 September 2026 21:21

Banyuwangi: Pelaksanaan Soekarno Run BWX 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur, mendapat antusiasme besar dari masyarakat. Melihat tingginya partisipasi peserta dan keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah memastikan kegiatan tersebut kembali digelar tahun depan dengan skala lebih besar.

Said mengatakan pihaknya telah memutuskan untuk meningkatkan hadiah pada gelaran Soekarno Run Banyuwangi tahun depan. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp5 miliar, atau meningkat lima kali lipat dibandingkan total hadiah Soekarno Run Banyuwangi 2026 yang mencapai Rp1 miliar.

"Tahun depan lagi, hadiahnya fantastis. Kami DPD rapat, kemudian putuskan, kami ingin bergotong royong. Insyaallah hadiah tahun depan di Banyuwangi itu Rp5 miliar," ujar Said di Banyuwangi.

Menurut Said, keputusan tersebut tidak terlepas dari keberhasilan penyelenggaraan Soekarno Run Banyuwangi 2026. Antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah menjadi salah satu hal yang mendorong rencana penyelenggaraan kembali kegiatan tersebut.

Selain peserta, pelaksanaan Soekarno Run Banyuwangi juga melibatkan ratusan pelaku UMKM yang membuka stan di sekitar Taman Blambangan, depan Pendopo Kabupaten. Kehadiran mereka turut memeriahkan kegiatan sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembangkan sektor UMKM.

Said mengatakan keterlibatan UMKM memang menjadi bagian dari setiap kegiatan yang diselenggarakan DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

"Karena pada saat yang sama kami memiliki DPD, setiap event di manapun yang kami adakan, kami pasti akan menumbuhkembangkan sektor UMKM," kata Said.

Menurut dia, pedagang kaki lima dan pemilik warung menjadi bagian yang perlu ditumbuhkan dalam setiap kegiatan yang diselenggarakan.

"Pedagang kaki lima, kemudian warung-warung, itu menjadi kewajiban kami secara politik etis untuk kami tumbuhkan di setiap event yang kami selenggarakan," ujarnya.
 



Antusiasme terhadap kegiatan tersebut juga dirasakan peserta. Salah seorang peserta, Ficky mengatakan rasa lelah selama mengikuti Soekarno Run tertutupi oleh semangat yang muncul karena berlari bersama peserta lainnya, termasuk kalangan Gen Z.

"Sensasinya, pastinya semangat ya, capeknya ketutup dengan semangat. Karena bareng-bareng dengan teman-teman yang lain, terus teman-teman Gen Z yang punya semangat, jadi umur sudah 40 lebih, jadi nggak terasa, Mas," ujar Ficky.

Sementara itu, Yeny, salah satu pelaku UMKM membuka stan mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Mereka menyebut dagangan yang dijual selama acara mendapat sambutan dari masyarakat.

"Alhamdulillah, bisa membantu, apalagi masyarakat kecil ya, jadi kadang-kadang banyak janda-janda. Alhamdulillah," ujar Yeny.

"Alhamdulillah, laris," lanjutnya.

Sebelumnya, Soekarno Run telah digelar di sejumlah daerah lain, seperti Sumenep, Surabaya, dan Malang. Namun, Said menilai penyelenggaraan di Banyuwangi menjadi yang terbesar.

Dengan tingginya antusiasme peserta dan keterlibatan UMKM, Soekarno Run Banyuwangi dipastikan kembali digelar tahun depan dengan skala yang lebih besar dan total hadiah mencapai Rp5 miliar.

(Rosa Anggreati)