Penyerahan bantuan masker untuk masyarakat terdampak karhutla di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Foto: dok Pupuk Kaltim.
Pupuk Kaltim dan KLH Perkuat Penanganan Dampak Karhutla
Husen Miftahudin • 15 September 2026 22:09
Jakarta: PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) menyalurkan 76.400 masker untuk masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Bantuan tersebut disalurkan melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Bantuan masker didistribusikan ke Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan sejumlah wilayah di Sumatra yang terdampak karhutla. Penyaluran dilakukan secara terkoordinasi untuk menjangkau masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap upaya pemerintah menangani dampak karhutla, khususnya penurunan kualitas udara akibat asap dan partikulat.
Paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan. Karena itu, perlindungan kesehatan masyarakat menjadi salah satu perhatian dalam penanganan dampak karhutla.
"Karhutla tidak hanya berbicara kebakaran dan pemadaman, tapi juga dampak bagi masyarakat seperti penurunan kualitas udara. Untuk itu, dukungan perlindungan kesehatan menjadi hal penting bagi masyarakat terdampak," ujar Anggono dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 15 September 2026.
Anggono menjelaskan, sebanyak 25 ribu masker diserahkan di Kantor Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Selanjutnya, sebanyak 21.400 masker diserahkan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup Wilayah II di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, 30 ribu masker lainnya diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup di Jakarta untuk kemudian didistribusikan ke wilayah Sumatra yang terdampak karhutla.
"Kami harap bantuan masker ini bisa dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan,” harap Anggono.
Baca Juga :
BNPB Siapkan Dukungan Pemadam Karhutla di Sumsel
(Ilustrasi, siswa menggunakan masker saat bersekolah dampak paparan kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Kota Palangka Raya. Foto: ANTARA/Rendhik Andika)
Dorong kolaborasi penanganan karhutla
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki peran masing-masing dalam menangani persoalan lingkungan dan kebencanaan.
Pupuk Kaltim mengambil bagian sesuai kapasitas dan sumber daya perusahaan, baik dalam kondisi darurat maupun melalui upaya pencegahan dan peningkatan kesiapsiagaan.
"Ketika semua bergerak bersama, respons terhadap persoalan lingkungan akan lebih cepat dan efektif. Atas dasar itulah Pupuk Kaltim terus mengambil bagian dalam penanganan Karhutla," tegas Rafli.
Sebelumnya, Pupuk Kaltim juga memberikan dukungan penanganan karhutla di Kota Bontang melalui sejumlah langkah di lapangan. Perusahaan membuka akses pengisian air bagi armada pemadam kebakaran selama 24 jam. Dua lokasi pengisian air disiapkan untuk mendukung kegiatan pemadaman oleh armada yang terlibat.
Selain itu, Pupuk Kaltim menyalurkan 1.400 masker bagi masyarakat terdampak serta makanan tambahan bagi petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Bantuan tersebut tidak hanya diarahkan untuk mendukung kegiatan pemadaman, tetapi juga memberikan perlindungan kepada masyarakat dan petugas yang berada di lapangan.
"Dukungan ini pun kami perluas melalui bantuan kali ini, sehingga penanganan Karhutla bisa berjalan beriringan dengan antisipasi dampak kesehatan di masyarakat," tambah Rafli.
Pupuk Kaltim menyatakan akan terus meningkatkan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan, baik melalui respons terhadap kondisi darurat maupun program pencegahan dan kesiapsiagaan. Upaya pencegahan tetap menjadi bagian utama dalam penanganan karhutla.
"Paling utama tentu bagaimana kita mencegah terjadinya kebakaran. Namun saat kondisi itu terjadi dan butuh penanganan, Pupuk Kaltim siap memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan di lapangan," tutup Rafli.