Kepala BNPB Suharyanto. Foto: Antara.
BNPB Siapkan Dukungan Pemadam Karhutla di Sumsel
Anggi Tondi Martaon • 15 September 2026 21:48
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan dukungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel). Di antaranya, peralatan untuk memperkuat regu pemadam.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan, penguatan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas operasi darat menghadapi karhutla. Terdapat pola pembentukan regu yang diarahkan Menteri Kehutanan, yaitu satu regu terdiri atas 15 orang dengan dukungan peralatan yang memadai untuk melakukan pemadaman secara maksimal.
BNPB bersama unsur terkait telah melakukan rapat koordinasi untuk segera membentuk regu-regu tersebut di daerah yang membutuhkan tambahan kekuatan. “Setelah ini kabupaten kota, para dandim, para kapolres, di bawah arahan Pak Danrem, Pak Kapolda juga ada mengarahkan Brimob tadi di Muara Enim. Ini segera dibentuk regu-regu itu dan kebutuhan peralatannya kami akan penuhi,” kata Suharyanto dikutip dari Antara, Selasa, 15 September 2026.
Penguatan operasi darat tersebut dilakukan karena penanganan karhutla di sejumlah provinsi saat ini semakin mengandalkan satgas darat. Pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) menghadapi kendala karena pertumbuhan awan hujan tidak banyak.
Suharyanto mengatakan efektivitas operasi darat di Sumsel telah menunjukkan hasil. Dalam satu hari, Satgas Darat Sumsel berhasil memadamkan hampir 280 hektare lahan terbakar.
Suharyanto mengapresiasi kinerja Satgas Darat Sumsel. Dia juga meminta upaya tersebut terus diperkuat hingga hujan alami turun.
“Mudah-mudahan ini bisa ditiru oleh provinsi lain. Dan Provinsi Sumatera Selatan setelah mendapat 280 hektare jangan kendor, terus maju sampai dengan nanti hujan alami turun di awal Ntovember 2026,” ungkap Suharyanto.

Ilustrasi Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Provinsi Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni
Selain itu, Suharyanto menyampaikan bahwa pemerintah terus mengantisipasi dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat. Kementerian Kesehatan disebut terus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang terdampak, sementara bantuan masker turut diberikan.
BNPB juga akan memanfaatkan setiap peluang pertumbuhan awan hujan untuk melaksanakan OMC. Berdasarkan informasi BMKG Sumsel, pertumbuhan awan hujan diperkirakan cukup besar pada 19-21 September mendatang.
“Kita akan melaksanakan OMC baik siang maupun malam,” kata Suharyanto.