BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatra, Mayoritas di Sumsel

Ilustrasi Manggala Agni melakukan pemadaman kebakaran lahan di Provinsi Riau. ANTARA/HO-Manggala Agni

BMKG Deteksi 4.028 Titik Panas di Sumatra, Mayoritas di Sumsel

Lukman Diah Sari • 15 September 2026 21:13

Pekanbaru: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau mendeteksi 4.028 titik panas di Pulau Sumatra. Sumatra Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi paling tinggi yakni mencapai 2.994 titik.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia mengatakan jumlah tersebut merupakan data yang diperbarui hingga pukul 16.00 WIB, Selasa, 15 September 2026. Selain Sumatra Selatan, titik panas dalam jumlah cukup tinggi juga terpantau di Jambi (319), Bangka Belitung (354), Lampung (269), Riau (40), serta Bengkulu (32).

"Adapun wilayah Sumatra lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatra Barat (13), Sumatra Utara (2), serta Kepulauan Riau (5)," kata dia, melansir Antara.

Sementara itu sebaran titik panas di Riau terdapat di enam wilayah, dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 24 titik. Berikutnya, Kabupaten Indragiri Hilir (7), Kuantan Singingi (4), Pelalawan (3), serta Kota Dumai dan Rokan Hilir masing-masing satu titik.

Kondisi titik panas tersebut juga disertai dengan jarak pandang yang terbatas di sejumlah wilayah Riau akibat asap. Hingga pukul 16.00 WIB, jarak pandang di Pekanbaru dan Rengat masing-masing tercatat sekitar tiga kilometer saja.

"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer," jelasnya.

Tim Manggala Agni mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan yang telah membakar lahan sekitar 115 hektare di Muara Medak, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumsel. ANTARA/HO-Manggala Agni

BMKG juga mendeteksi pergerakan kabut asap yang memperburuk kualitas udara di Provinsi Riau merupakan kiriman dari dampak kebakaran hutan dan lahan di selatan Sumatra. Fenomena tersebut terjadi akibat dorongan angin dari arah tenggara dan barat daya.

“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” ungkap Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono.

(Lukman Diah Sari)